Lumajang, – Keluhan serius muncul dari karyawan pabrik MJI di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Salah satu pekerja, melalui akun Facebook @Revan Alfaris, menulis bahwa mereka belum menerima gaji selama hampir dua bulan. Pesannya menyiratkan frustasi yang mendalam.
“Bukan hanya bencana erupsi Semeru yang perlu dipantau oleh pemerintah… Tolong pantau kami karyawan pabrik MJI. Hampir 2 bulan kita tidak dibayar…tolong kami dibantu kasih solusinya,” katanya saat dikutip, Rabu (7/1/2026).
Situasi ini memicu perhatian publik, terutama di media sosial, dan menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab perusahaan dan pengawasan ketenagakerjaan. Beberapa warganet turut memberikan komentar, di antaranya,
@Alamunggas menulis, “Menurut info kita tunggu kabar hari Kamis lusa… memang sudah diketahuin Disnaker,” katanya.
@Solihin menambahkan kekhawatiran menjelang hari raya: “Kalau 2 bulan nggak dibayar, otomatis yang kerja pasti berhenti. Berarti perusahaan bebas dari kewajiban bayar pesangon… nanti habis hari raya pasti buka loker lagi,” ujarnya.
@AttraktiveTiger7642 menyoroti sikap atasan: “Pandawa Limo paling parah, pengawasnya bentak-bentak karyawan seperti sok banget, pakai kata-kata kasar,” jelasnya.
Selain persoalan gaji, komentar netizen juga menyampaikan dugaan perlakuan atasan yang tidak pantas, mulai dari penggunaan kata-kata kasar hingga sikap intimidatif, yang dianggap menambah kompleksitas persoalan ketenagakerjaan di pabrik tersebut.
Tinggalkan Balasan