Urusan Pendidikan Tak Sepenuhnya di Desa, Ini Penjelasan DPMD Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Pendidikan · 12 Jan 2026 15:31 WIB ·

Urusan Pendidikan Tak Sepenuhnya di Desa, Ini Penjelasan DPMD Lumajang


 Urusan Pendidikan Tak Sepenuhnya di Desa, Ini Penjelasan DPMD Lumajang Perbesar

Lumajang, – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang menegaskan persoalan pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah desa.

Meski peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian dari tujuan pemberdayaan masyarakat, kewenangan desa dalam sektor pendidikan memiliki batasan.

Kepala DPMD Kabupaten Lumajang, Bayu Ruswantoro, mengatakan masih ditemukannya anak putus sekolah di suatu desa tidak bisa serta-merta dijadikan indikator kegagalan kepala desa dalam menjalankan program pemberdayaan.

“Kalau masih banyak anak yang putus sekolah, itu tidak bisa langsung dibilang salah kepala desa. Karena urusan SDM, khususnya pendidikan, bukan sepenuhnya kewenangan desa,” katanya, Senin (12/1/2026).

Menurut Bayu, konsep pemberdayaan masyarakat desa lebih menekankan pada kemampuan dan kemandirian warga, baik secara ekonomi maupun peningkatan kapasitas masyarakat.

Dalam konteks pendidikan, desa dapat berperan mendukung melalui program pendampingan, fasilitasi, atau kegiatan nonformal, namun kebijakan utama tetap berada pada kewenangan pemerintah daerah dan pusat.

Ia menjelaskan, indikator desa berdaya salah satunya dapat dilihat dari keberlangsungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Sementara peningkatan sumber daya manusia dilihat dari upaya jangka panjang dalam membangun kapasitas warga desa.

“Kalau berdaya berarti mampu. Mampu secara ekonomi berarti BUMDes-nya jalan. Mampu secara SDM berarti masyarakatnya punya kapasitas yang baik,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Puluhan Siswa SDN Jugosari 3 Terisolasi Banjir Lahar Semeru, Pembelajaran Dialihkan Daring

2 November 2026 - 17:26 WIB

Senduro Tak Hanya Menawarkan Alam, Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Wisatawan Mancanegara

28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Sosialisasi KIPAN Lumajang, Menguatkan Peran Pemuda dalam Pencegahan Narkoba

27 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Upah Tambang Rp 150 Ribu Sehari, Anak di Lumajang Tergiur Bekerja daripada Sekolah

23 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Trending di Ekonomi