Upah Tambang Rp 150 Ribu Sehari, Anak di Lumajang Tergiur Bekerja daripada Sekolah - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Pendidikan · 23 Okt 2026 10:34 WIB ·

Upah Tambang Rp 150 Ribu Sehari, Anak di Lumajang Tergiur Bekerja daripada Sekolah


 Upah Tambang Rp 150 Ribu Sehari, Anak di Lumajang Tergiur Bekerja daripada Sekolah Perbesar

Lumajang, – Besarnya upah harian di sektor pertambangan menjadi salah satu faktor yang disoroti Bupati Lumajang Indah Amperawati terkait tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Lumajang.

Anak-anak disebut tergiur memperoleh penghasilan sendiri hingga memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan.

Indah mengatakan, upah bekerja di tambang bisa mencapai Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per hari. Jika bekerja selama 30 hari, penghasilan yang diperoleh dapat mencapai Rp 4,5 juta hingga Rp 6 juta.

Menurut dia, besarnya pendapatan tersebut menjadi daya tarik bagi anak-anak, khususnya yang tinggal di wilayah sekitar pertambangan dan perkebunan.

“Kalau tambang itu kan dia upahnya sehari bisa Rp 150.000 sampai Rp 200.000, nah ini kan cukup menggiurkan untuk anak-anak sampai akhirnya lebih pilih kerja dibanding sekolah, apalagi dukungan dari orang tua kurang,” kata Indah, Jumat (23/10/2026).

Persoalan tersebut muncul di tengah angka putus sekolah di Lumajang yang mencapai 5.763 siswa selama 2025 hingga September 2026.

Rinciannya, sebanyak 3.999 siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) putus sekolah pada 2025. Sementara itu, hingga September 2026, jumlahnya tercatat 1.764 siswa.

Indah menjelaskan, faktor ekonomi yang mendorong anak meninggalkan sekolah bukan hanya berkaitan dengan keterbatasan biaya pendidikan.

Keinginan untuk segera bekerja dan mendapatkan uang sendiri juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, kata Indah, terus berupaya mengembalikan anak-anak yang putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan. Pada 2026, sebanyak 184 anak dilaporkan telah kembali bersekolah.

“Tahun ini untuk siswa yang kembali bersekolah ada 184 anak, dan ini kami terus berupaya agar anak-anak kembali bersekolah,” ujarnya.

Indah meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengingatkan pentingnya pendidikan. Kata dia, dukungan orang tua dan lingkungan diperlukan agar anak tidak hanya mempertimbangkan penghasilan yang bisa diperoleh dalam jangka pendek.

Menurut dia, pendidikan tetap dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas hidup anak pada masa mendatang.

“Ini yang harus kita kerjakan segera, toh mereka tidak akan jadi kuli tambang seterusnya, mereka butuh perbaikan kualitas hidup mereka,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Ketika Nusantara Menjadi Puisi, Kandangtepus Menuliskannya Lewat Gerak Tari

10 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Dugaan Pungli Kelas Prestasi di SMAN 1 Lumajang : Sekolah ajukan Proposal, Komite galang dana

24 September 2026 - 11:57 WIB

119 Mahasiswa Daftar Beasiswa Lumajang, Mengapa Kondisi Ekonomi Masih Harus Dicek ke Rumah?

23 September 2026 - 13:04 WIB

Kuota Beasiswa Disabilitas 10 Persen Diusulkan di Lumajang, Juknis Menanti Persetujuan Pemerintah

11 September 2026 - 15:13 WIB

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Lumajang Dibuka, Pendaftar Wajib Lolos Verifikasi Lapangan

10 September 2026 - 08:02 WIB

Trending di Daerah