Verifikasi Lapangan Bongkar Fakta Baru Kasus Judol Penerima PKH di Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 13 Jan 2026 10:51 WIB ·

Verifikasi Lapangan Bongkar Fakta Baru Kasus Judol Penerima PKH di Lumajang


 Verifikasi Lapangan Bongkar Fakta Baru Kasus Judol Penerima PKH di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Verifikasi lapangan yang dilakukan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, membongkar fakta baru terkait dugaan keterlibatan penerima bantuan sosial dalam praktik judi online.
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa data transaksi keuangan tidak bisa langsung dijadikan dasar pencabutan bantuan sosial tanpa pengecekan faktual di lapangan.

Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Lumajang, Akbar Alamin, mengungkapkan bahwa dari 45 penerima PKH yang sebelumnya dilaporkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terindikasi judi online, hanya tiga orang yang terbukti terlibat secara langsung.

“Sisanya, sebanyak 42 penerima manfaat, ternyata tidak terlibat. Mereka justru menjadi korban karena identitas dan rekeningnya digunakan pihak lain untuk judi online,” jelasnya, Selasa (13/1/2026).

Menurut Akbar, temuan tersebut diperoleh setelah pendamping PKH turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi penerima manfaat, termasuk kemampuan mereka dalam mengoperasikan telepon genggam dan mengakses layanan digital.

“Banyak dari mereka sudah lanjut usia dan tidak bisa menggunakan handphone. Tapi KTP dan rekeningnya dipakai orang lain. Kalau hanya melihat data transaksi, mereka bisa langsung dicap terlibat,” ujarnya.

Akbar menegaskan, verifikasi faktual sangat penting untuk mencegah kesalahan penindakan yang dapat merugikan masyarakat miskin. Tanpa klarifikasi lapangan, penerima bantuan yang tidak bersalah berpotensi kehilangan hak atas bansos.

“Kami sudah melaporkan hasil verifikasi ini agar bantuan mereka tidak dicabut. Jangan sampai kebijakan yang bertujuan menertibkan justru salah sasaran,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah