Amran Sulaiman Sentil Bulog: Beri Ruang Petani Untung, Jangan Biarkan Negara Rugi! - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 10 Jun 2025 18:19 WIB ·

Amran Sulaiman Sentil Bulog: Beri Ruang Petani Untung, Jangan Biarkan Negara Rugi!


 Amran Sulaiman Sentil Bulog: Beri Ruang Petani Untung, Jangan Biarkan Negara Rugi! Perbesar

Lumajang, – Menteri Pertanian Amran Sulaiman melontarkan kritik pedas terhadap peran Bulog sebagai lembaga penyangga pangan dalam kunjungannya ke Lumajang.

Ia mempertanyakan kehadiran Bulog di tengah persoalan klasik produksi padi yang berjalan tanpa koordinasi dan merugikan petani.

Hal itu disampaikan ketika dirinya melakukan kunjungan kerja

“Padi dibiarkan jalan sendiri, ada Bulog nggak? Ada Bulog? Nggak ada? Hadir,” ujar Amran dengan nada menyindir, Selasa (10/6/25).

Pernyataan ini mengindikasikan kekecewaan Amran terhadap Bulog yang dianggap kurang berperan dalam menstabilkan produksi dan harga beras di tingkat petani.

Amran menekankan bahwa kunci menggerakkan pertanian Indonesia sangat sederhana, yaitu memberikan ruang bagi petani untuk mendapatkan keuntungan.

“Gampang Pak, mudah sekali. Apa itu? Beri ruang petani untung, jangan dibiarkan jalan sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, kesejahteraan petani berbanding lurus dengan kekuatan negara.

“Petani rugi, negara rugi. Benar nggak? Nah, itu tugas intansi terkait,” kata Amran.

Istilah “DEP” yang dilontarkan Amran merujuk pada dukungan dan perhatian penuh dari pemerintah kepada petani. Ia menekankan bahwa petani perlu diperkuat agar tidak terjebak dalam kerugian dan ketergantungan pada pinjaman modal (KUR).

“Tapi petani untung itu pemerintah pilih under DEP. Tapi perkuat mereka. Kenapa? Dia tidak berproduksi. Dan yang lebih parah adalah kalau dia pinjam kurung. Rugi, pendapatannya pas-pasan, rugi, mana mau tanam kembali,” jelas Amran.

Amran mengingatkan bahwa mengabaikan petani sama dengan mengabaikan kekuatan negara. “Kalau negara mau kuat, perkuat petani, perkuat rakyat. Jadi jangan abaikan. Bila perlu, Bapak DEP saja,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjaga Rasa, Merawat Warisan: Kisah Kopi Senduro dari Lereng Semeru

5 Juli 2026 - 14:27 WIB

CCTV Rekam Detik-detik Tabrakan Dua Truk di Jalan Lumajang-Malang, Sopir Terlempar ke Parit

3 Juli 2026 - 23:14 WIB

14 SD, 9 KB/TK, dan 8 SMP di Lumajang Dapat Program Revitalisasi Kemendikdasmen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Sebut Dana Insentif Guru Non-ASN di Lumajang Segera Cair

1 Juli 2026 - 14:03 WIB

Tidak Ada Lagu Indonesia Raya dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lumajang

1 Juli 2026 - 13:30 WIB

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet

1 Juli 2026 - 10:32 WIB

Trending di Daerah