Cuaca Buruk Picu Harga Cabai dan Ayam Melonjak, Omzet Pedagang Turun Tajam - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 17 Sep 2025 16:36 WIB ·

Cuaca Buruk Picu Harga Cabai dan Ayam Melonjak, Omzet Pedagang Turun Tajam


 Cuaca Buruk Picu Harga Cabai dan Ayam Melonjak, Omzet Pedagang Turun Tajam Perbesar

Lumajang, – Cuaca buruk yang melanda wilayah pemasok bahan pangan belakangan ini berdampak signifikan pada stabilitas harga di pasar tradisional Kabupaten Lumajang. Distribusi cabai dan ayam potong terganggu, menyebabkan lonjakan harga di tingkat pedagang hingga 30 persen.

Kondisi ini memicu penurunan omzet para pedagang, bahkan hingga 50 persen dalam sepekan terakhir. Di Pasar Siti Fatimah, para pedagang cabai mengeluhkan naiknya harga cabai rawit merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Cuaca hujan terus bikin pasokan dari petani berkurang. Barangnya susah dapat, harganya otomatis naik. Pembeli jadi berkurang,” kata seorang pedagang cabai, Rabu (17/9/25).

Baca juga: BPBD Lumajang Siagakan Relawan dan Koordinasi Muspika Hadapi Kemarau Basah

Tak hanya pedagang sayur, pedagang daging ayam juga mengalami kondisi serupa. Harga ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 40 ribu.

Kenaikan harga tidak dibarengi dengan peningkatan permintaan. Sebaliknya, pembeli justru cenderung mengurangi belanja atau beralih ke alternatif bahan makanan yang lebih murah.

Baca juga: Terbang dari Jember ke Jakarta Kini Lebih Mudah, Tiket Sudah Bisa Dipesan via WhatsApp

“Biasanya ramai pagi-pagi, sekarang sepi. Orang lebih milih beli tahu tempe karena lebih murah. Omzet saya turun banyak,” ujar Ismiati, pedagang ayam potong di Pasar Baru Pasirian.

Menurutnya, kenaikan harga ayam disebabkan oleh stok yang dijatah distributor akibat terbatasnya pasokan dari peternak.

Selain itu, lonjakan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Warga yang biasanya belanja rutin, kini mulai menyesuaikan konsumsi dengan isi dompet.

“Biasanya beli sekilo cabai, sekarang paling cuma setengah. Ayam juga jarang beli kalau sudah semahal ini,” kata Dina, ibu rumah tangga asal Sukodono.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis