Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 10 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2027.
Anggaran tersebut menjadi bagian dari rencana belanja daerah yang mencapai Rp 2,163 triliun.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, alokasi BTT diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang berpotensi terjadi di wilayahnya.
Secara geografis, Lumajang memiliki kerawanan terhadap sejumlah bencana alam, mulai dari erupsi Gunung Semeru, gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, hingga angin puting beliung.
Menurut Indah, pengalaman menghadapi erupsi Gunung Semeru dan berbagai bencana lainnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan anggaran.
“Pengalaman menghadapi erupsi Gunung Semeru dan bencana lainnya mengajarkan bahwa kesiapan fiskal harus menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan. Alokasi BTT sebesar Rp 10 miliar disiapkan sebagai bentuk kesiapsiagaan,” kata Indah, Kamis (29/10/2026).
Selain untuk penanganan tanggap darurat bencana, anggaran BTT juga dirancang untuk mengantisipasi risiko fiskal nonalam.
Indah mengatakan, keberadaan BTT menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas pelayanan publik dan melindungi masyarakat ketika situasi darurat terjadi.
“Total belanja daerah TA 2027 yang direncanakan mencapai Rp 2,163 triliun, keberadaan pos BTT menjadi jaring pengaman utama untuk menjaga stabilitas pelayanan publik dan perlindungan warga saat situasi darurat terjadi,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan