Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang masih memproses penganggaran dana hibah sebesar Rp 2 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2027.
Dana tersebut direncanakan untuk membiayai pembinaan atlet di seluruh cabang olahraga (cabor).
Ketua Komisi D DPRD Lumajang Supratman mengatakan, usulan hibah Rp 2 miliar itu dibahas dalam rapat Komisi D DPRD bersama Dispora Lumajang. Perubahan mekanisme penyaluran diharapkan dapat mempercepat pencairan dana pembinaan atlet.
Pada 2026, anggaran pembinaan atlet dikelola langsung oleh Dispora. Menurut Supratman, setiap cabor harus mengajukan proposal kegiatan untuk memperoleh pendanaan.
Proses tersebut dinilai membuat pencairan dana pembinaan kerap terlambat karena harus mengikuti tahapan administrasi dan regulasi yang berlaku.
“Dana pembinaan cabor akan dikembalikan ke KONI. KONI akan distribusikan ke cabor-cabor,” kata Supratman, Senin (26/10/2026).
Supratman mengatakan, keterlambatan pencairan dana membuat sejumlah ketua cabor lebih dahulu menanggung biaya pembinaan agar atlet tetap dapat berlatih dan mengikuti turnamen.
“Rupanya ketua cabor ini sebelum dana cair sudah tetap berkegiatan. Nyatanya bisa berjalan, berarti ditalangi dulu dananya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang, Zainur Rofik, membenarkan bahwa alokasi hibah tersebut masih dalam proses penganggaran untuk tahun depan.
“Iya betul, masih proses penganggaran 2027,” kata Zainur.
Zainur menjelaskan, penyaluran dana hibah untuk pembinaan atlet tidak bisa dilakukan langsung kepada masing-masing cabor. Dana tersebut harus disalurkan melalui organisasi induk olahraga, yakni KONI.
“Hibah tidak bisa langsung ke cabor, harus lewat induk olahraga (KONI),” ujarnya.
Melalui rencana perubahan mekanisme tersebut, Dispora berharap pembinaan atlet di setiap cabor dapat meningkat dan lebih terarah untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027.
“Harapannya ada peningkatan prestasi pada masing-masing cabor. Dan agar cabor bisa fokus untuk Porprov 2027,” kata Zainur.
Diketahui, pada tahun anggaran 2026, Pemkab Lumajang mengalokasikan dana hibah Rp 2 miliar untuk pembinaan atlet di seluruh cabor. Namun, KONI hanya mengelola Rp 250 juta, sedangkan sisanya dikelola langsung oleh Dispora Lumajang.
Tinggalkan Balasan