Defisit Rp4,3 Triliun, PDIP Jatim Ingatkan: Uang Rakyat Harus Kembali ke Wong Cilik - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Politik · 9 Sep 2025 21:01 WIB ·

Defisit Rp4,3 Triliun, PDIP Jatim Ingatkan: Uang Rakyat Harus Kembali ke Wong Cilik


 Defisit Rp4,3 Triliun, PDIP Jatim Ingatkan: Uang Rakyat Harus Kembali ke Wong Cilik Perbesar

Surabaya, – Lonjakan defisit dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 menjadi perhatian serius Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur.

Dalam sidang paripurna DPRD Jatim, Fraksi PDIP menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran defisit secara tepat sasaran dan berpihak pada rakyat kecil, <span;>Selasa (9/9/25).

“Defisit dalam Perubahan APBD 2025 melebar hingga Rp4,397 triliun atau setara dengan 15,3 persen dari total pendapatan daerah. Meskipun secara teknis masih dalam kategori aman, penggunaan anggaran ini harus benar-benar diarahkan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan wong cilik Jawa Timur,” tegas Juru Bicara Fraksi PDIP, Agus Black Hoe Budianto.

Baca juga: Makna 24 Tahun Demokrat, Santuni 24 Anak Yatim

Fraksi PDIP menilai, setiap keputusan anggaran bukan sekadar persoalan teknis fiskal, melainkan menyangkut keberpihakan politik dan moral terhadap rakyat.

Oleh karena itu, belanja yang dibiayai melalui defisit harus bersifat produktif dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Karier Politik Bambang Pacul hingga Dicopot PDIP dari Ketua DPD Jawa Tengah

“Setiap rupiah dari defisit maupun pinjaman daerah harus memberi manfaat langsung bagi wong cilik. Jangan sampai justru membiayai kegiatan-kegiatan yang tidak berdampak luas atau hanya menguntungkan segelintir pihak,” lanjut Agus, politisi asal Dapil Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan itu.

Selain menyoroti defisit, Fraksi PDIP juga menekankan perlunya pergeseran belanja daerah ke sektor yang lebih produktif. Belanja operasi masih mendominasi hingga 72 persen, sementara belanja modal hanya menyentuh angka 9 persen.

Fraksi PDIP mendorong peningkatan belanja pada bidang infrastruktur, pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial, termasuk penanganan stunting.

Fraksi PDIP juga mendukung penuh rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim agar anggaran yang dianggap tidak prioritas, seperti perjalanan dinas luar negeri, dialihkan untuk program pro-rakyat.

Beberapa program yang disoroti dan dianggap lebih bermanfaat di antaranya adalah:

– Bantuan sosial sembako yang terukur

-Beasiswa senilai Rp1 juta untuk 50 ribu siswa kurang mampu

– Penguatan kapasitas desa, koperasi, dan UMKM

Di akhir penyampaiannya, Fraksi PDIP menyatakan menerima dan menyetujui Raperda Perubahan APBD 2025, dengan catatan implementasi anggaran harus berpihak kepada rakyat kecil dan mampu memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

“APBD bukan sekadar dokumen administrasi, tapi instrumen politik anggaran untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Jawa Timur,” pungkas Agus Black Hoe.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yudha Adji Kusuma: Kudatuli Menjadi Titik Balik Lahirnya Demokrasi Indonesia

27 Juli 2026 - 09:59 WIB

Supratman: Silaturahmi Jadi Ruang Satukan Visi Kader PDI Perjuangan

17 Juli 2026 - 08:51 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Rp 13 Miliar untuk Pilkades Serentak di 158 Desa pada 2027

2 Juli 2026 - 12:54 WIB

Gunung Kerinci, Bung Karno, dan Tafsir Perjalanan Politik di Jalur yang Menanjak

23 Juni 2026 - 10:27 WIB

Agus Yudha: Cinta Indonesia Harus Diwujudkan Melalui Kerja Nyata untuk Rakyat

14 Juni 2026 - 13:46 WIB

Efisiensi BBM, PKB Lumajang Apresiasi Larangan ASN Menggunakan Mobil Dinas

14 Juni 2026 - 09:31 WIB

Trending di Politik