Yudha Adji Kusuma: Kudatuli Menjadi Titik Balik Lahirnya Demokrasi Indonesia - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Politik · 27 Jul 2026 09:59 WIB ·

Yudha Adji Kusuma: Kudatuli Menjadi Titik Balik Lahirnya Demokrasi Indonesia


 Yudha Adji Kusuma: Kudatuli Menjadi Titik Balik Lahirnya Demokrasi Indonesia Perbesar

Lumajang, – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar diskusi dan tanya jawab untuk mengenang Peristiwa 27 Juli 1996 atau Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Lumajang, Jalan Soekarno Hatta Nomor 117, Kecamatan Sukodono, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat itu menjadi ruang untuk mengingat kembali salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah politik Indonesia sekaligus refleksi atas perjalanan demokrasi pascareformasi.

Wakil Bupati Lumajang yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan Kudatuli bukan hanya menyisakan luka sejarah, tetapi menjadi momentum yang mengubah arah perjalanan bangsa menuju kehidupan demokrasi yang lebih terbuka.

“Peristiwa Kudatuli bukan cuma luka sejarah, tetapi titik balik lahirnya demokrasi Indonesia,” kata Yudha.

Ia menjelaskan, peristiwa yang terjadi pada 27 Juli 1996 bermula dari konflik kepengurusan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada masa Orde Baru.

Saat itu, kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat, yang ditempati pendukung Megawati Soekarnoputri diserbu oleh massa yang berseberangan.

Penyerbuan kemudian memicu bentrokan dan kerusuhan yang meluas di sejumlah wilayah Jakarta serta menimbulkan korban jiwa, korban luka, dan orang hilang. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Kudatuli, akronim dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli.

Menurut Yudha, insiden tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap praktik pembungkaman kebebasan politik pada masa itu.

Gelombang solidaritas masyarakat yang muncul setelah penyerbuan justru memperkuat gerakan pro-demokrasi yang kemudian berkembang menjadi salah satu pemicu lahirnya Reformasi 1998.

“Peristiwa 27 Juli 1996 menjadi salah satu pemicu menguatnya gerakan reformasi. Serangan terhadap kantor DPP PDI saat itu justru melahirkan gelombang perjuangan demokrasi yang semakin besar,” jelasnya.

Ia menyampaikan, setelah peristiwa tersebut, tuntutan masyarakat terhadap kebebasan berpendapat, kebebasan pers, serta hak untuk berserikat semakin menguat hingga akhirnya mengubah sistem politik Indonesia.

“Kudatuli membuka jalan bagi kebebasan berserikat, berkumpul, dan mendirikan partai politik tanpa rasa takut terhadap intimidasi,” katanya.

Yudha mengatakan generasi muda perlu memahami bahwa demokrasi yang dinikmati saat ini lahir melalui proses panjang yang penuh pengorbanan. Menurut dia, sejarah tidak boleh dipandang sekadar sebagai catatan masa lalu, melainkan menjadi pelajaran agar praktik-praktik yang membatasi kebebasan sipil tidak kembali terulang.

“Peristiwa ini mengingatkan bahwa kebebasan sipil yang kita nikmati hari ini lahir melalui perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Setiap kebebasan untuk menyampaikan pendapat, mengkritik kebijakan, dan berorganisasi adalah hasil dari perjuangan banyak orang berani melawan ketidakadilan,” jelas dia.

Diskusi yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Lumajang tersebut diikuti ratusan masyarakat dan kader partai. Selain membahas kronologi Kudatuli, peserta juga diajak mendiskusikan dampak peristiwa tersebut terhadap perkembangan demokrasi, sistem multipartai, serta kebebasan politik di Indonesia hingga saat ini.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Supratman: Silaturahmi Jadi Ruang Satukan Visi Kader PDI Perjuangan

17 Juli 2026 - 08:51 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Rp 13 Miliar untuk Pilkades Serentak di 158 Desa pada 2027

2 Juli 2026 - 12:54 WIB

Gunung Kerinci, Bung Karno, dan Tafsir Perjalanan Politik di Jalur yang Menanjak

23 Juni 2026 - 10:27 WIB

Agus Yudha: Cinta Indonesia Harus Diwujudkan Melalui Kerja Nyata untuk Rakyat

14 Juni 2026 - 13:46 WIB

Efisiensi BBM, PKB Lumajang Apresiasi Larangan ASN Menggunakan Mobil Dinas

14 Juni 2026 - 09:31 WIB

Deni Wicaksono: Kombinasi Kader Lama dan Baru Jadi Modal PDIP Lumajang

13 Juni 2026 - 16:35 WIB

Trending di Politik