Demo Solidaritas di Depan Gedung Grahadi Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 29 Agu 2025 16:19 WIB ·

Demo Solidaritas di Depan Gedung Grahadi Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon


 Demo Solidaritas di Depan Gedung Grahadi Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon Perbesar

Surabaya, – Aksi solidaritas menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/25), berakhir ricuh.

Massa yang awalnya menyampaikan aspirasi dengan orasi dan poster mulai bertindak anarkis dengan merusak pagar pengaman dan melemparkan benda ke arah aparat kepolisian.

Kericuhan mulai terjadi tak lama setelah massa aksi memadati kawasan depan Gedung Grahadi. Massa meneriakkan yel-yel kecaman terhadap aparat dan menyuarakan tuntutan keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang sehari sebelumnya dilindas mobil taktis Brimob dalam aksi di Jakarta.

Baca juga: Ketua Kadin Lumajang Imbau Jaga Kondusifitas Jelang Demo 3 September, Stabilitas Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Ketegangan meningkat saat sejumlah demonstran mencoba menaiki pagar gedung. Aksi itu sempat dicegah oleh rekan-rekan sesama demonstran, namun situasi terus memanas.

Baca juga: 2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya

Suasana semakin tidak terkendali ketika terjadi lemparan benda keras ke arah aparat yang berjaga di balik pagar Grahadi. Polisi membentuk barikade dan menggunakan tameng untuk menahan serangan tersebut.

Puncak kericuhan terjadi ketika massa mencoba merusak pagar kawat berduri yang menjadi parameter pengamanan. Menanggapi hal ini, pihak kepolisian akhirnya mengerahkan mobil water cannon untuk membubarkan massa. Dari atas mobil komando, polisi meminta peserta aksi menghentikan kekerasan dan menjaga ketertiban.

“Tolong berhenti, jangan merusak parameter pengamanan,” terdengar suara aparat melalui pengeras suara.

Namun imbauan itu tak diindahkan. Massa tetap bertahan dan sesekali masih melemparkan benda ke arah aparat. Situasi di lokasi pun belum sepenuhnya kondusif hingga berita ini diturunkan.

Aksi solidaritas ini merupakan respons atas insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, yang viral di media sosial. Banyak pihak mengecam tindakan represif aparat dalam menangani aksi di Jakarta, dan menyebutnya sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL

19 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pencarian Rizky di Pesisir Lumajang Mengandalkan Informasi Nelayan dan Radio Komunitas

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tim SAR Sisir Pantai Dampar hingga Wotgalih, Rizky Korban Kecelakaan Laut Belum Ditemukan

18 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Libatkan 150 Relawan, Gerindra Lumajang Tanam Bibit Buah dan Tanaman Keras

17 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lumajang Perpanjang WFH, Disdukcapil, Sekolah, dan Puskesmas Tetap Melayani

15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Trending di Nasional