Demo Solidaritas di Depan Gedung Grahadi Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 29 Agu 2025 16:19 WIB ·

Demo Solidaritas di Depan Gedung Grahadi Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon


 Demo Solidaritas di Depan Gedung Grahadi Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon Perbesar

Surabaya, – Aksi solidaritas menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/25), berakhir ricuh.

Massa yang awalnya menyampaikan aspirasi dengan orasi dan poster mulai bertindak anarkis dengan merusak pagar pengaman dan melemparkan benda ke arah aparat kepolisian.

Kericuhan mulai terjadi tak lama setelah massa aksi memadati kawasan depan Gedung Grahadi. Massa meneriakkan yel-yel kecaman terhadap aparat dan menyuarakan tuntutan keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang sehari sebelumnya dilindas mobil taktis Brimob dalam aksi di Jakarta.

Baca juga: Ketua Kadin Lumajang Imbau Jaga Kondusifitas Jelang Demo 3 September, Stabilitas Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Ketegangan meningkat saat sejumlah demonstran mencoba menaiki pagar gedung. Aksi itu sempat dicegah oleh rekan-rekan sesama demonstran, namun situasi terus memanas.

Baca juga: 2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya

Suasana semakin tidak terkendali ketika terjadi lemparan benda keras ke arah aparat yang berjaga di balik pagar Grahadi. Polisi membentuk barikade dan menggunakan tameng untuk menahan serangan tersebut.

Puncak kericuhan terjadi ketika massa mencoba merusak pagar kawat berduri yang menjadi parameter pengamanan. Menanggapi hal ini, pihak kepolisian akhirnya mengerahkan mobil water cannon untuk membubarkan massa. Dari atas mobil komando, polisi meminta peserta aksi menghentikan kekerasan dan menjaga ketertiban.

“Tolong berhenti, jangan merusak parameter pengamanan,” terdengar suara aparat melalui pengeras suara.

Namun imbauan itu tak diindahkan. Massa tetap bertahan dan sesekali masih melemparkan benda ke arah aparat. Situasi di lokasi pun belum sepenuhnya kondusif hingga berita ini diturunkan.

Aksi solidaritas ini merupakan respons atas insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, yang viral di media sosial. Banyak pihak mengecam tindakan represif aparat dalam menangani aksi di Jakarta, dan menyebutnya sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional