Derasnya Banjir Lahar Gunung Semeru Hambat Akses Antar Kecamatan, Khususnya di Sungai Besuk Sat Pasrujambe - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 14 Mei 2025 18:49 WIB ·

Derasnya Banjir Lahar Gunung Semeru Hambat Akses Antar Kecamatan, Khususnya di Sungai Besuk Sat Pasrujambe


 Derasnya Banjir Lahar Gunung Semeru Hambat Akses Antar Kecamatan, Khususnya di Sungai Besuk Sat Pasrujambe Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru pada Selasa (13/5/2025) sore mengakibatkan akses warga di Lumajang, terhambat.

Material batu besar dan pasir menutup jalur alternatif antar kecamatan, khususnya di Sungai Besuk Sat, Desa Pasrujambe, sehingga akses tertutup total.

Getaran banjir lahar tercatat dengan amplitudo maksimal 38 mm dan durasi sekitar 6.300 detik, menunjukkan derasnya aliran lahar akibat hujan deras di puncak Semeru.

Warga setempat secara swadaya membersihkan batu-batu besar yang menutup jalan, namun jalur tersebut masih ditutup sementara karena kondisi sungai yang masih deras dan berbahaya untuk dilintasi kendaraan roda empat.

Akibatnya, warga yang hendak melintas antara Kecamatan Pasrujambe dan Candipuro harus memutar rute. Motor masih bisa lewat jembatan gantung di sisi timur, tetapi kendaraan roda empat harus mencari jalur lain.

“Kemarin banjirnya besar sehingga menutup jalur ke Penanggal dan Pasrujambe ini. Ini kami sedang membersihkan jalur sengan menyingkirkan dan memecah batu-batu dari sisa banjir,” kata Dhina, salah seorang warga saat ditemui pada Rabu (14/5/25).

Akibatnya, warga yang hendak melintas di jalan penghubung Kecamatan Pasrujambe dan Candipuro harus memutar rute lantaran jalurnya tertutup total. Selain tertutup batu, kondisi aliran sungai lahar yang masih deras juga membahayakan untuk dilintasi kendaraan.

Kalau motor bisa lewat jembatan gantung di sisi timur, tetapi kalau kendaraan roda empat tidak bisa lewat harus memutar lewat jalur lain,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kekeringan Lumajang Berlanjut, BPBD Ajukan Tanggap Darurat Tambahan 65 Hari

5 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Trending di Daerah