Emas Cair dari Senduro, Sukses Usaha Madu Klanceng Pemuda Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Bisnis · 20 Agu 2025 09:01 WIB ·

Emas Cair dari Senduro, Sukses Usaha Madu Klanceng Pemuda Lumajang


 Emas Cair dari Senduro, Sukses Usaha Madu Klanceng Pemuda Lumajang Perbesar

Lumajang, – Siapa sangka cairan manis dari lebah klanceng bisa menjadi sumber penghasilan puluhan juta? Andri Fahruzi, pemuda asal Desa Bedayu, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, membuktikan bahwa dengan ketekunan dan inovasi, madu bisa menjadi emas cair yang menjanjikan.

Sejak 2020, Andri telah menekuni budidaya lebah klanceng salah satu jenis lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu dengan kualitas tinggi.

Ia memulai usahanya dari skala kecil, namun kini, di usianya yang baru menginjak 22 tahun, Andri telah memiliki 1.100 kotak lebah klanceng yang tertata rapi di pekarangan rumahnya.

Baca juga: Dari Limbah Jadi Berkah, Cerita Ibu-Ibu Lumajang Mengolah Pelepah Pisang Jadi Kertas Bernilai Jual

“Dari 1.100 kotak ini, saya bisa panen hingga 10 liter madu klanceng setiap bulan,” ujar Andri saat ditemui, Rabu (20/8/25).

Dengan harga jual Rp 300.000 per liter, madu klanceng produksinya kini mampu menghasilkan omzet hingga Rp 3 juta per bulan.

Baca juga: Lamisih, Perempuan Desa yang Bangkit Lewat Gula Aren

Tak hanya laris di Lumajang, produknya juga diminati pembeli dari Surabaya dan Malang. Ini membuktikan bahwa madu klanceng lokal memiliki daya saing tinggi di pasar yang lebih luas.

Tak sekadar mengejar keuntungan, Andri juga menjaga kualitas produk dengan merawat kebersihan kotak-kotak lebah secara rutin.

Menurutnya, kebersihan kandang sangat memengaruhi produktivitas lebah dan kualitas madu yang dihasilkan.

Baca juga: Tak Sekadar Usaha, Susu Kambing Senduro Dorong Ekonomi Desa

“Selain itu, kita juga harus waspada dengan hama seperti semut dan cicak. Kalau tidak dijaga, bisa merusak koloni,” tambahnya.

Madu klanceng dikenal kaya manfaat, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga mempercepat penyembuhan luka.

Karena khasiatnya, permintaan pasar cenderung stabil, bahkan meningkat seiring tren gaya hidup sehat.

Kisah Andri menjadi contoh bagaimana potensi komoditas lokal bisa diolah menjadi usaha yang bernilai ekonomi tinggi.

Budidaya lebah klanceng pun relatif ramah lingkungan dan tidak memerlukan lahan luas atau biaya operasional besar, menjadikannya peluang yang menjanjikan, terutama di daerah pedesaan.

Kini, Andri berharap bisa mengembangkan usahanya lebih besar lagi, termasuk melakukan pelatihan kepada warga sekitar agar potensi lebah klanceng bisa menjadi sumber penghasilan kolektif.

“Semoga ke depan bisa buka pelatihan dan mengembangkan ini jadi usaha bersama warga,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BMW dan MINI Buka Showroom Terintegrasi di Surabaya

3 Februari 2026 - 19:53 WIB

Bupati Lumajang Ungkap Sulitnya Mencari Sosok Penyelamat PD Semeru

26 Januari 2026 - 09:35 WIB

Perangi Gula KW, Pemkab Lumajang Pilih Jalur Pembinaan Bukan Pemusnahan

25 Januari 2026 - 08:19 WIB

Distribusi Sempat Terganggu, Pemotongan Sapi Dialihkan ke RPH Kedurus

13 Januari 2026 - 15:54 WIB

Original Qohwah, Kopi Liberika Lumajang dengan Karakter Rasa yang Berani dan Autentik

28 Desember 2025 - 16:06 WIB

FachaCookies Layani Pesanan Kue Kering dan Hampers Lebaran di Lumajang

25 Desember 2025 - 19:37 WIB

Trending di Bisnis