Rengginang Liwek, Melestarikan Tradisi Jawa di Tengah Tren Kuliner Modern - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 5 Des 2025 15:14 WIB ·

Rengginang Liwek, Melestarikan Tradisi Jawa di Tengah Tren Kuliner Modern


 Rengginang Liwek, Melestarikan Tradisi Jawa di Tengah Tren Kuliner Modern Perbesar

Lumajang, – Sebagai salah satu camilan tradisional Nusantara, rengginang telah melewati perjalanan panjang sejak pertama kali hadir di meja makan masyarakat Jawa berabad-abad lalu.

Makanan yang dibuat dari beras ketan ini bukan sekadar pangan sederhana, melainkan bagian dari tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Kini, ketika dunia kuliner terus berkembang dan menawarkan ragam inovasi, rengginang justru mulai mendapat sorotan baru sebagai camilan gurih yang mudah dikreasikan dan mampu beradaptasi dengan selera modern.

Di tengah derasnya arus modernisasi makanan ringan, Rengginang Liwek, produk rumahan asal Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, hadir sebagai salah satu bentuk nyata pelestarian warisan kuliner Jawa yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Pemiliknya, Siti Maryam, tetap berpegang pada prinsip memasak tradisional yang menjadi identitas utama produk ini.

Ia masih mempertahankan cara pembuatan autentik, memilih beras ketan berkualitas, memadatkannya, membentuknya bulat dengan teknik turun-temurun, mengeringkannya di bawah sinar matahari, lalu menggorengnya hingga menghasilkan kerenyahan sempurna.

“Tidak hanya itu, penggunaan bumbu-bumbu alami seperti bawang, ketumbar, garam, gula, dan merica membuat rasa rengginang tetap klasik, gurih, dan khas, jauh berbeda dari camilan instan yang kini membanjiri pasar,” kata Siti Maryam saat menjelasakan ke media ini, Jumat (5/12/2025).

Kata dia, perkembangan tren kuliner global menjadikan rengginang semakin dilirik, bukan hanya sebagai camilan biasa, tetapi juga sebagai komponen pelengkap berbagai menu.

Para pecinta kuliner modern mulai menggunakannya sebagai elemen unik dalam salad, topping sup, hingga bahan pelengkap kreasi fusion food yang menggabungkan cita rasa Nusantara dengan teknik masak internasional.

Fenomena ini membuka peluang besar bagi produk lokal seperti Rengginang Liwek untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan tampil sebagai produk kebanggaan Indonesia di panggung kuliner internasional.

“Tentu ini peluang besar bagi produk lokalan lumajang. Asal mau berinovasi, pasti akan menemukan sesuatu yang berbeda,” jelasnya.

Siti Maryam mengungkapkan harapannya Rengginang Liwek dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia kepada lebih banyak orang. Melalui produk yang ia buat dengan penuh ketelitian, ia ingin menunjukkan bahwa kuliner tradisional bukan sesuatu yang ketinggalan zaman, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat modern.

“Saya percaya, selama ada pelaku usaha yang terus menjaga kualitas dan keaslian rasa, rengginang tidak hanya akan diterima, tetapi juga dicintai oleh generasi mendatang dan bahkan oleh pasar global,” tuturnya.

Bagi para pecinta makanan tradisional, utamanya rengginang liwek, kalian bisa menghubungi langsung ke nomor resminya: 081556491066

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis