Lumajang, – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang bersama Kadin Sidoarjo menggelar halal bihalal dan gathering di Hotel Aston Inn Lumajang. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi antar pelaku usaha lintas daerah, Sabtu (11/4/2026).
Ketua Kadin Lumajang Agus Setiawan menyampaikan masih lemahnya kekompakan di kalangan pengusaha lokal. Ia menilai, persaingan usaha kerap menghambat terbentuknya solidaritas ketika dibutuhkan.
“Bersaing itu biasa, tapi ketika dibutuhkan untuk kompak, sering kali belum bisa,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada minimnya peran pengusaha lokal dalam berbagai proyek di daerah. Ia mengungkapkan, pada periode sebelumnya, lebih dari 70 persen proyek di Lumajang justru dikerjakan oleh pelaku usaha dari luar daerah.
Akibatnya, kata dia, pengusaha lokal yang tidak mendapatkan proyek kerap mengadukan persoalan tersebut ke Kadin.
“Yang dapat proyek diam, yang tidak dapat proyek mengadu ke Kadin,” kata dia.
Ia mengakui, Kadin Lumajang sempat melayangkan protes keras kepada pemerintah daerah saat itu. Bahkan, tekanan yang diberikan disebut memicu reaksi berlebihan dari pihak terkait.
Namun, upaya tersebut perlahan membuahkan hasil. Dalam beberapa tahun terakhir, porsi proyek untuk pengusaha lokal mulai meningkat.
“Alhamdulillah, tahun-tahun berikutnya mulai ada perubahan. Porsi untuk pengusaha lokal diperbanyak,” kata Agus.
Untuk diketahui, selain mendorong kekompakan, Kadin Lumajang aktif mendukung pelaku usaha melalui berbagai program. Di antaranya operasi pasar murah, pendampingan saat pandemi Covid-19, hingga kegiatan pelatihan dan tutoring bersama asosiasi.
Agus mengatakan, kegiatan halal bihalal dan gathering ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring dan komunikasi antar pelaku usaha, baik di Lumajang maupun dengan daerah lain seperti Sidoarjo.
“Tujuannya untuk memperkuat forum pelaku usaha agar lebih solid ke depan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan