Hari Santri, ASN Lumajang Diminta Tampil Seperti Santri, Sarung dan Baju Putih Jadi Seragam - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 22 Okt 2025 08:39 WIB ·

Hari Santri, ASN Lumajang Diminta Tampil Seperti Santri, Sarung dan Baju Putih Jadi Seragam


 Hari Santri, ASN Lumajang Diminta Tampil Seperti Santri, Sarung dan Baju Putih Jadi Seragam Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengeluarkan kebijakan khusus menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2025. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab Lumajang diwajibkan mengenakan busana muslim putih ala santri.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran resmi yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono. Dalam surat tersebut, seluruh ASN termasuk yang bertugas di desa, kelurahan, dan unit pelaksana teknis (UPT) diminta mengenakan pakaian bernuansa santri sebagai bagian dari penghormatan terhadap Hari Santri.

Untuk pegawai laki-laki, pakaian yang diwajibkan adalah baju putih lengan panjang, sarung, songkok hitam, dan sepatu. Sementara untuk pegawai perempuan, diminta mengenakan terusan putih lengkap dengan kerudung berwarna senada.

Baca juga: Bupati Lumajang Targetkan Insentif Guru Non-NIP Cair Minggu Ini

“Mengimbau semua karyawan pada UPT, desa, atau kelurahan, di bawah naungan OPD saudara agar memakai busana santri atau santriwati,” tulis Agus Triyono dalam surat yang diterima media ini, Rabu (22/10/25).

Disamping itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menjelaskan ketentuan tersebut berlaku bagi pegawai yang beragama Islam.

Baca juga: PAD Lumajang Capai Rp 490 M, Tapi Sebagian Besar Langsung Lenyap ke BLU

“Bagi pegawai yang non-muslim, diminta untuk menyesuaikan,” kata Mustaqim.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan. Lebih dari itu, Pemkab ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan, kejujuran, dan karakter kuat yang melekat pada santri.

“Pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyokong kegiatan keagamaan, tetapi juga mitra strategis dalam mencetak generasi berdaya saing tinggi yang berjiwa santri jujur, tangguh, dan cinta Tanah Air,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional