Hari Santri, ASN Lumajang Diminta Tampil Seperti Santri, Sarung dan Baju Putih Jadi Seragam - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 22 Okt 2025 08:39 WIB ·

Hari Santri, ASN Lumajang Diminta Tampil Seperti Santri, Sarung dan Baju Putih Jadi Seragam


 Hari Santri, ASN Lumajang Diminta Tampil Seperti Santri, Sarung dan Baju Putih Jadi Seragam Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengeluarkan kebijakan khusus menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2025. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab Lumajang diwajibkan mengenakan busana muslim putih ala santri.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran resmi yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono. Dalam surat tersebut, seluruh ASN termasuk yang bertugas di desa, kelurahan, dan unit pelaksana teknis (UPT) diminta mengenakan pakaian bernuansa santri sebagai bagian dari penghormatan terhadap Hari Santri.

Untuk pegawai laki-laki, pakaian yang diwajibkan adalah baju putih lengan panjang, sarung, songkok hitam, dan sepatu. Sementara untuk pegawai perempuan, diminta mengenakan terusan putih lengkap dengan kerudung berwarna senada.

Baca juga: Bupati Lumajang Targetkan Insentif Guru Non-NIP Cair Minggu Ini

“Mengimbau semua karyawan pada UPT, desa, atau kelurahan, di bawah naungan OPD saudara agar memakai busana santri atau santriwati,” tulis Agus Triyono dalam surat yang diterima media ini, Rabu (22/10/25).

Disamping itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menjelaskan ketentuan tersebut berlaku bagi pegawai yang beragama Islam.

Baca juga: PAD Lumajang Capai Rp 490 M, Tapi Sebagian Besar Langsung Lenyap ke BLU

“Bagi pegawai yang non-muslim, diminta untuk menyesuaikan,” kata Mustaqim.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan. Lebih dari itu, Pemkab ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan, kejujuran, dan karakter kuat yang melekat pada santri.

“Pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyokong kegiatan keagamaan, tetapi juga mitra strategis dalam mencetak generasi berdaya saing tinggi yang berjiwa santri jujur, tangguh, dan cinta Tanah Air,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanggul Curah Lengkong dan Dua Check Dam Supiturang Jadi Benteng Baru Hadapi Lahar Semeru

24 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Trending di Nasional