Lahar Panas Semeru Terekam PPGA, Amplitudo 35 mm, Dua Jam Menggulung Sumberlangsep - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 5 Des 2025 15:57 WIB ·

Lahar Panas Semeru Terekam PPGA, Amplitudo 35 mm, Dua Jam Menggulung Sumberlangsep


 Lahar Panas Semeru Terekam PPGA, Amplitudo 35 mm, Dua Jam Menggulung Sumberlangsep Perbesar

Lumajang, – Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan intensitas tinggi setelah Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan adanya banjir lahar panas yang terekam alat seismograf pada Jumat (5/12/2025).

Peristiwa itu dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan baru mereda pada 13.06 WIB, menjadikannya salah satu aliran lahar terpanjang dalam beberapa pekan terakhir.

Aliran tersebut menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 35 milimeter, angka yang menandakan getaran kuat dan volume material yang cukup besar.

Menurut data PPGA, lahar yang mengalir kali ini tidak mengandung air sama sekali, melainkan sepenuhnya berupa material lava panas. Warna hitam pekat dengan tekstur kental tampak jelas dalam rekaman visual dan video amatir warga.

Material tersebut juga mengeluarkan asap panas saat meluncur menuruni lereng, menjadi tanda tingginya suhu dan bahaya yang ditimbulkannya.

Arus lahar panas itu bergerak ke arah Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, yang berada di jalur aliran lahar. Pergerakan cepat lahar membuat permukiman warga berada dalam situasi terancam.

Kepala Desa Jugosari Mahmudi mengatakan, saat ini warganya yang berada di Dusun Sumberlangsep terisolasi. Menurut Mahmudi, banjir yang terjadi dengan getaran 35 milimeter tidak mengandung air.

“Hari ini getaran banjirnya 35 besar sekali, dan tidak ada airnya lava semua, dan untuk aliran saat ini menuju ke Dusun Sumberlangsep dan otomatis terisolasi,” kata Mahmudi.

Mahmudi menyebut, saat ini tidak ada akses yang bisa digunakan untuk menuju ke Dusun Sumberlangsep. “Tadi pagi kita perbaiki, sekarang sudah habis (rusak) kembali,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional