Lahar Panas Semeru Terekam PPGA, Amplitudo 35 mm, Dua Jam Menggulung Sumberlangsep - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 5 Des 2025 15:57 WIB ·

Lahar Panas Semeru Terekam PPGA, Amplitudo 35 mm, Dua Jam Menggulung Sumberlangsep


 Lahar Panas Semeru Terekam PPGA, Amplitudo 35 mm, Dua Jam Menggulung Sumberlangsep Perbesar

Lumajang, – Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan intensitas tinggi setelah Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan adanya banjir lahar panas yang terekam alat seismograf pada Jumat (5/12/2025).

Peristiwa itu dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan baru mereda pada 13.06 WIB, menjadikannya salah satu aliran lahar terpanjang dalam beberapa pekan terakhir.

Aliran tersebut menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 35 milimeter, angka yang menandakan getaran kuat dan volume material yang cukup besar.

Menurut data PPGA, lahar yang mengalir kali ini tidak mengandung air sama sekali, melainkan sepenuhnya berupa material lava panas. Warna hitam pekat dengan tekstur kental tampak jelas dalam rekaman visual dan video amatir warga.

Material tersebut juga mengeluarkan asap panas saat meluncur menuruni lereng, menjadi tanda tingginya suhu dan bahaya yang ditimbulkannya.

Arus lahar panas itu bergerak ke arah Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, yang berada di jalur aliran lahar. Pergerakan cepat lahar membuat permukiman warga berada dalam situasi terancam.

Kepala Desa Jugosari Mahmudi mengatakan, saat ini warganya yang berada di Dusun Sumberlangsep terisolasi. Menurut Mahmudi, banjir yang terjadi dengan getaran 35 milimeter tidak mengandung air.

“Hari ini getaran banjirnya 35 besar sekali, dan tidak ada airnya lava semua, dan untuk aliran saat ini menuju ke Dusun Sumberlangsep dan otomatis terisolasi,” kata Mahmudi.

Mahmudi menyebut, saat ini tidak ada akses yang bisa digunakan untuk menuju ke Dusun Sumberlangsep. “Tadi pagi kita perbaiki, sekarang sudah habis (rusak) kembali,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional