Sumpah Pemuda ke-98 Lumajang dan Patriotisme - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 31 Okt 2026 17:15 WIB ·

Mas Yudha Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Lumajang, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Sosial


 Mas Yudha Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Lumajang, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Sosial Perbesar

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma atau Mas Yudha, mengajak generasi muda memperkuat patriotisme dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki empati.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Bumi Perkemahan Glagaharum, Kecamatan Senduro, Rabu (28/10/2026). Mas Yudha bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir.

Tahun ini, peringatan Sumpah Pemuda mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”. Melalui tema tersebut, pemerintah mengajak pemuda menunjukkan kecintaan kepada bangsa melalui tindakan nyata.

Mas Yudha Tekankan Patriotisme yang Berlandaskan Empati

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga, Mas Yudha menyampaikan pentingnya keseimbangan antara patriotisme, kegigihan, dan kemanusiaan.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Mas Yudha.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kecintaan terhadap bangsa harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Karena itu, generasi muda perlu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Patriotisme tidak hanya tercermin melalui simbol atau ungkapan cinta tanah air. Sebaliknya, pemuda dapat menunjukkan semangat kebangsaan melalui karya, ilmu pengetahuan, dan pengabdian.

Selain itu, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam membangun bangsa. Sikap empati membantu generasi muda memahami kebutuhan masyarakat dan menghargai perbedaan.

Semangat Sumpah Pemuda 1928 Harus Hidup dalam Tindakan

Sumpah Pemuda 1928 menjadi tonggak penting persatuan bangsa Indonesia. Namun, semangat tersebut tidak boleh berhenti sebagai bagian dari sejarah.

Melalui amanat itu, pemerintah mengajak pemuda meneruskan perjuangan dengan menjawab tantangan masa kini. Generasi muda perlu mengembangkan kemampuan sekaligus menjaga nilai persatuan dan kemanusiaan.

Kegigihan juga menjadi bekal penting dalam menghadapi perubahan zaman. Oleh sebab itu, pemuda harus berani mencoba, belajar dari kegagalan, dan terus memperbaiki diri.

Sementara itu, empati mengajarkan bahwa keberhasilan pribadi perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap orang lain. Dengan demikian, kemajuan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat.

Nilai tersebut menjadi semakin penting ketika teknologi dan pembangunan terus berkembang. Kemajuan bangsa membutuhkan manusia yang mampu menggunakan pengetahuan serta keterampilannya secara bertanggung jawab.

Pemuda Lumajang Didorong Berani Memimpin dan Melayani

Dalam amanat yang ia bacakan, Mas Yudha juga menyampaikan pesan tentang kepemimpinan generasi muda. Pemuda perlu memiliki keberanian mengambil peran tanpa meninggalkan semangat melayani.

Kepemimpinan bukan sekadar kemampuan mengarahkan orang lain. Lebih dari itu, seorang pemimpin perlu menunjukkan tanggung jawab, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Karena itu, keberanian dan kemampuan harus berjalan bersama dengan kepekaan sosial. Generasi muda juga perlu membangun solidaritas agar mampu menghadapi berbagai tantangan secara bersama.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lumajang menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai tersebut. Selain mengenang perjuangan pemuda terdahulu, kegiatan ini mengajak generasi penerus untuk terus berkarya dan menjaga persatuan.

Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik maupun kemajuan teknologi. Bangsa ini juga membutuhkan pemuda yang patriotik, gigih, berempati, dan siap mengabdi kepada sesama.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Bunda Indah Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Lumajang 2027, Fokus Jaga Harga dan Daya Beli Warga

31 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Trending di Daerah