Nama Bupati Ponorogo Dicatut, Proyek Monumen Reog Disorot KPK - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Kriminal · 27 Nov 2025 10:28 WIB ·

Nama Bupati Ponorogo Dicatut, Proyek Monumen Reog Disorot KPK


 Nama Bupati Ponorogo Dicatut, Proyek Monumen Reog Disorot KPK Perbesar

Surabaya, – Gelombang kasus korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco kini merembet pada proyek kebanggaan Kabupaten Ponorogo, Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP).

Proyek yang semula diharapkan menjadi ikon budaya baru bagi masyarakat Bumi Reog itu mendadak menjadi sorotan publik setelah disebut-sebut dalam rangkaian pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Proyek MRMP kembali mencuat ke permukaan lantaran adanya dugaan pencatutan nama Bupati Ponorogo dalam proses pengerjaannya.

Informasi ini muncul setelah OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Sugiri Sukoco, yang memicu rangkaian pengembangan penyidikan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan sejumlah pihak dalam proyek pembangunan monumen tersebut.

Pencatutan nama kepala daerah dalam sebuah proyek kerap menjadi indikasi adanya tekanan, permintaan tertentu, atau keterlibatan yang tidak sesuai prosedur. Publik Ponorogo pun dibuat cemas, mengingat proyek MRMP merupakan proyek besar yang menelan anggaran signifikan dan menjadi simbol identitas daerah.

KPK resmi mendatangi kantor PT Widya Satria, kontraktor yang mengerjakan proyek MRMP, yang berlokasi di Jalan Ketintang Permai, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Rabu (26/11/2025).

Kedatangan penyidik merupakan bagian dari upaya penelusuran dokumen yang dianggap penting untuk membuka alur perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek.

Direktur PT Widya Satria, Erlangga Satriagung, membenarkan kedatangan tim penyidik. Ia menyebut ini merupakan kali pertama KPK mengunjungi kantor perusahaannya.

“Ya ditanya data, tugasnya beliau-beliau itu kan data tuh. Ke rumah cari data itu saja,” katanya, Kamis (27/11/2025).

Erlangga menyebut bahwa dokumen yang dicari berkaitan dengan proyek Monumen Reog, namun ia enggan merinci berkas apa saja yang diperiksa penyidik KPK.

“Ini memang tugasnya beliau-beliau mencari data itu. Yang Ponorogo ini, Monumen Reog Ponorogo ini kan proyek 2024 kalau nggak salah,” tambahnya.

Pernyataan Erlangga kemudian menuai perhatian. Di hadapan wartawan, ia mengaku tidak mengetahui berapa total nilai anggaran proyek Monumen Reog, meski ia merupakan direktur sekaligus pemegang saham PT Widya Satria.

“Enggak hafal ya, kalau Ponorogo itu saya kan cuma pemegang saham. Jadi enggak paham tentang teknisnya,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bareskrim Polri Sita Emas Batangan, Dokumen, dan Alat Elektronik dari Dugaan PETI

20 Februari 2026 - 14:59 WIB

Bareskrim Polri Geledah Rumah di Surabaya, Amankan 4 Boks Barang Bukti TPPU dari Kasus PETI

20 Februari 2026 - 14:54 WIB

Polsek Jabung Ungkap Kondisi Korban Tewas di Sungai, Mulut Tersumpal, Tangan Terikat

20 Februari 2026 - 14:19 WIB

Modus Solar Subsidi Ditimbun Terungkap, Penegakan Hukum di Lumajang Masih Menggantung

16 Februari 2026 - 11:30 WIB

Guru SD di Jember Tanggalkan Pakaian 22 Siswa, Kronologi, Dampak, dan Tindakan Hukum

13 Februari 2026 - 12:20 WIB

KPAI Desak Polisi Usut Guru SD di Jember yang Menanggalkan Pakaian 22 Siswa

13 Februari 2026 - 12:13 WIB

Trending di Kriminal