Ngontrak karena Kasihan, Malah Diancam: Keluh Warga Huntap Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 15 Agu 2025 16:11 WIB ·

Ngontrak karena Kasihan, Malah Diancam: Keluh Warga Huntap Lumajang


 Ngontrak karena Kasihan, Malah Diancam: Keluh Warga Huntap Lumajang Perbesar

Lumajang, – Sejumlah warga di kawasan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengaku mengalami tekanan dari pihak tertentu karena menyewakan rumah yang mereka tempati.

Tekanan itu disebut bukan berasal dari aparat pemerintah, melainkan dari oknum yang mengaku sebagai mantan koordinator relokasi.

Salah satu warga, Hanip, mengatakan praktik penyewaan rumah sudah terjadi sejak lama, terutama di rumah-rumah yang dibiarkan kosong oleh pemilik aslinya. Namun, beberapa warga yang menyewakan rumahnya justru mendapatkan intimidasi dan ancaman.

Baca juga: Berapa PBB-P2 yang Harus Dibayar di Lumajang? Ini Rinciannya Berdasarkan NJOP

“Ada yang ngontrak cuma Rp800.000 setahun karena kasihan, tapi malah ditakut-takuti. Katanya nanti rumahnya dicabut. Tapi yang lain juga nyewain rumahnya, kok nggak apa-apa? Itu yang bikin bingung. Aturan ini kok kayaknya cuma berlaku ke sebagian orang saja,” kata Hanip, Jumat (15/8/25).

Menurutnya, tekanan itu tidak datang dari pejabat resmi atau aparat pemerintah, melainkan dari seseorang yang dikenal sebagai mantan koordinator program relokasi Huntap. Hal tersebut menimbulkan ketidakpastian dan ketakutan di kalangan warga penerima Huntap.

“Kalau memang tidak boleh disewakan, ya jangan pilih-pilih. Semua harus ditegur, bukan cuma sebagian. Jangan sampai warga yang berniat baik malah diperlakukan tidak adil,” ujarnya.

Baca juga: Penerbangan Perdana Jakarta–Jember Gunakan ATR 72-500, Langsung Tanpa Transit

Hanip mengungkapkan sejumlah warga sudah berkoordinasi dengan RT sebelum menyewakan rumah, namun tetap saja mendapat tekanan setelah rumah ditempati.

“Setelah rumah ditempati sekitar sebulan, muncul ancaman dari pihak-pihak yang bukan aparat. Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, Ernowo Pujo Santoso, menegaskan rumah Huntap dan Huntara tidak boleh disewakan, dijual, atau dipindahtangankan.

“Penyewaan termasuk pelanggaran, dan aset bisa ditarik kembali oleh pemerintah,” katanya.

Untuk diketahui, larangan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SK KLHK) No. 1286 Tahun 2024 yang melarang pemindahtanganan aset kawasan relokasi.

Selain itu, Peraturan Bupati (Perbup) Lumajang No. 1 Tahun 2022 juga menyatakan bahwa rumah Huntara hanya boleh ditempati oleh penerima sah, dan akan ditarik jika tidak dihuni dalam waktu tiga bulan.

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Lumajang Perkuat Sosialisasi Ketentuan Cukai kepada Pelaku Usaha

24 Juli 2026 - 11:50 WIB

Pemkab Lumajang Dorong Pengelolaan DBHCHT Tepat Sasaran

24 Juli 2026 - 11:44 WIB

Lumajang Libatkan Petani Tembakau dan Pelaku Usaha dalam Sosialisasi DBHCHT

24 Juli 2026 - 11:31 WIB

Yudha Adji Kusuma Ajak Pelaku Usaha Dukung Kebijakan Cukai

24 Juli 2026 - 11:26 WIB

Pemkab Lumajang Prioritaskan DBHCHT untuk Kesejahteraan, Kesehatan, dan Pengawasan Cukai

24 Juli 2026 - 11:04 WIB

Remaja Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

22 Juli 2026 - 15:32 WIB

Trending di Daerah