Batu, – Partilibur Caravan 2026 digelar selama dua hari pada Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026, di kawasan Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu.
Festival musik yang lahir dari Lumajang ini hadir dengan konsep berbeda dengan memadukan panggung musik, arena wahana permainan, dan suasana caravan bernuansa sirkus.
Penyelenggara menyebut Partilibur Caravan 2026 sebagai festival pertama di Indonesia yang menggabungkan panggung musik dengan arena wahana.
Festival Director Partilibur, Gahtan Thoriq, mengatakan konsep tersebut dirancang agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang berbeda dari konser musik pada umumnya.
“Kalau biasanya orang menonton konser di lapangan, di sini pengunjung bisa menikmati pertunjukan di berbagai ruang yang unik dan mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan bisa dijadikan lokasi konser,” kata Gahtan dalam konferensi pers, Senin (10/8/2026).
Konsep caravan, sirkus, dan theme park tersebut lahir dari kolaborasi Partilibur dengan Jatim Park Group yang menyediakan kawasan BNS sebagai lokasi festival.
Menurut Gahtan, pemilihan ruang menjadi salah satu identitas yang ingin dibangun Partilibur. Festival tidak ingin hanya mengandalkan skala produksi atau nama besar musisi setiap tahunnya.
“Setiap tahun konser biasanya dituntut untuk lebih besar, menghadirkan band yang lebih besar, dan sebagainya. Di Partilibur, kami tidak ingin mengikuti pola itu,” katanya.
Ia mengatakan Partilibur ingin menghadirkan festival di tempat-tempat yang memiliki karakter unik.
“Kami ingin memiliki ciri khas sendiri, yaitu menghadirkan festival di tempat-tempat yang unik, di ruang-ruang yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya,” kata Gahtan.
Ia berharap penonton nantinya tidak hanya datang karena line-up yang ditawarkan, tetapi juga karena penasaran dengan konsep yang akan dihadirkan Partilibur setiap tahun.
Partilibur Caravan 2026 melibatkan 105 penampil yang dipilih melalui proses kurasi. Para penampil berasal dari hasil submission maupun musisi dari dalam dan luar Jawa Timur.
Sekitar 40 persen dari total penampil merupakan musisi lokal Jawa Timur. Pemilihan tersebut dilakukan untuk menghadirkan penampilan yang lebih segar, termasuk band yang belum pernah atau sudah lama tidak tampil di Jawa Timur.
Gahtan menyebut Partilibur sebagai gerakan kolektif yang melibatkan banyak pelaku industri kreatif dari Jawa Timur. Tim produksi festival juga berasal dari berbagai daerah di provinsi tersebut.
“Partilibur merupakan gerakan kolektif dari teman-teman di Jawa Timur. Banyak tim produksi yang terlibat berasal dari Jawa Timur dan kami juga memberi ruang bagi band-band lokal untuk tampil,” ujarnya.
Menurut Gahtan, Partilibur ingin memperkuat ekosistem festival sekaligus membuka ruang bagi musisi lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.
Festival tersebut juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara ekosistem musik Jawa Timur dengan musisi dan pelaku industri kreatif dari Jakarta maupun daerah lain.
“Kami ingin ekosistem musik di Jawa Timur semakin terkoneksi dengan teman-teman dari Jakarta dan daerah lainnya. Harapannya, koneksi ini dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkuat perkembangan ekosistem musik lokal,” kata dia.
Dari Lumajang ke Batu
Partilibur sebelumnya tumbuh dan berkembang di Kabupaten Lumajang. Perpindahan penyelenggaraan ke Kota Batu tidak disebut sebagai langkah meninggalkan daerah asal festival.
Gahtan mengatakan Partilibur tetap akan menjaga hubungan dengan Lumajang melalui berbagai aktivasi dan konsep berskala kecil.
“Kami memang tumbuh dari Lumajang, dan di sana ruang untuk mengekspresikan festival masih sangat terbatas. Setelah Partilibur edisi keempat, kami memutuskan untuk hadir di Batu. Namun, bukan berarti kami meninggalkan Lumajang,” tuturnya.
Ia mengatakan Partilibur tetap akan menghadirkan berbagai kegiatan di Lumajang untuk menjaga hubungan dengan daerah tempat festival tersebut pertama kali berkembang.
Ke depan, Partilibur juga membuka kemungkinan menyambangi kota-kota lain di Jawa Timur. Penyelenggara belum menentukan lokasi berikutnya karena masih menyesuaikan kondisi dan perkembangan.
Pada hari kedua penyelenggaraan, Gahtan bahkan membuka sayembara kepada publik untuk menentukan kota dan lokasi yang dianggap cocok menjadi bagian dari perjalanan Partilibur berikutnya.
“sekarang kami buka sayembara, kira-kira kota mana dan tempat mana yang menurut kalian cocok untuk Partilibur selanjutnya. Sekalian, sponsor siapa yang mau membantu Partilibur di 2027. Karena tahun depan kami ingin membawa sesuatu yang lebih spektakuler lagi,” katanya.
Produksi Jadi Tantangan
Di balik konsep festival yang tidak biasa, produksi menjadi salah satu tantangan terbesar penyelenggaraan Partilibur Caravan 2026.
Gahtan mengatakan realisasi konsep kreatif menjadi pengalaman festival membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek teknis, mulai dari tata visual, kualitas produksi, sistem suara hingga alur keseluruhan acara.
“Sampai saat ini seluruh proses masih berjalan sesuai rencana. Harapannya, seluruh elemen produksi, terutama kualitas sound, dapat memberikan pengalaman terbaik untuk pengunjung,” ucap dia.
Penyelenggara juga masih merahasiakan identitas special guest yang disiapkan untuk tampil di Magnolia Stage. Pengunjung diminta menyaksikan langsung penampilan tersebut sebagai bagian dari kejutan festival.
Batu Dinilai Berpotensi Jadi Destinasi Festival
Gahtan menilai Kota Batu memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi festival. Selain dikenal sebagai kota wisata, karakter Batu dinilai sesuai dengan konsep Partilibur yang memadukan hiburan dan aktivitas berlibur.
“Malang menjadi salah satu kota dengan festival terbanyak dalam enam bulan terakhir. Sementara Batu memiliki banyak destinasi wisata, tetapi belum banyak festival yang digelar di sini,” kata Gahtan.
Menurut dia, konsep Partilibur sesuai dengan karakter Kota Batu sebagai tempat wisata sekaligus ruang hiburan.
Ia berharap kehadiran Partilibur dapat menjadi pemantik bagi promotor lain untuk menghadirkan festival di Kota Batu, bukan hanya musik, tetapi juga kuliner dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.
Pemerintah Kota Batu Dukung Festival
Gahtan mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Batu terhadap penyelenggaraan Partilibur Caravan 2026, termasuk dalam proses perizinan dan dukungan berbagai pihak.
“Dukungan Pemerintah Kota Batu sangat baik. Mulai dari proses perizinan berjalan lancar, hingga banyak pihak dari pemerintah yang ikut membeli tiket. Semua berjalan dengan baik,” jelasnya.
Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi konsep Partilibur yang memadukan konser musik nasional dan lokal dengan wahana malam yang selama ini menjadi salah satu ikon BNS.
Menurut Nurochman, perpaduan tersebut menciptakan identitas visual dan artistik yang kuat serta memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Melihat antusiasme masyarakat malam ini, saya optimis Kota Batu mampu menjadi tuan rumah berbagai festival musik berskala besar,” kata Nurochman.
Ia berharap kegiatan tersebut membuka lebih banyak ruang bagi pelaku seni, UMKM, dan sektor pariwisata untuk berkembang bersama.
Nurochman juga menilai kolaborasi penyelenggara dengan pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata menjadi momentum baru bagi Kota Batu.
“Festival seperti Partilibur dapat mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat ekosistem event kreatif di Kota Batu,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan