Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Pendidikan · 27 Nov 2025 07:04 WIB ·

Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi


 Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses rehabilitasi sosial pascaerupsi Gunung Semeru.

Meski sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat, Pemkab memastikan bahwa seluruh anak di wilayah terdampak tetap mendapatkan hak belajar tanpa hambatan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun peserta didik yang putus sekolah akibat bencana.

“Pemkab memastikan tidak ada satu pun peserta didik yang kehilangan akses belajar, meski sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat,” katanya, Kamis (27/11/2025).

Salah satu kasus paling signifikan adalah hilangnya bangunan SDN Supiturang 2, yang tersapu material guguran Semeru hingga tidak mungkin dipulihkan di lokasi asal karena telah ditetapkan sebagai zona merah rawan bencana.

Untuk menjamin keberlanjutan pendidikan, Pemkab menerapkan kebijakan regrouping dengan memindahkan seluruh siswa ke SDN Supiturang 1.

“Pendidikan anak harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Siswa SDN Supiturang 2 hari ini sudah mengikuti proses belajar mengajar di SDN Supiturang 1,” jelas Indah.

Selain langkah darurat tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi jangka panjang. SDN Supiturang 1 akan ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menampung seluruh siswa secara permanen.

Penambahan ruang kelas, perbaikan fasilitas pendukung, dan penataan lingkungan belajar menjadi bagian dari upaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Kami tidak akan membangun kembali SDN Supiturang 2 di lokasi sama karena zona merah. Sebagai gantinya, kami menambah ruang dan memperbaiki Supiturang 1 sesuai kebutuhan regrouping,” katanya.

“Dengan memastikan pendidikan tetap berjalan, pemerintah menjaga keberlanjutan layanan dasar dan memberikan rasa aman bagi keluarga terdampak,” sambungnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Lumajang Dorong Pendidikan Adaptif Hadapi Generasi Alpha

15 Mei 2026 - 17:14 WIB

Seto Mulyadi Ingatkan Orang Tua Cerdas Digital untuk Cegah Kekerasan di Ruang Siber

15 Mei 2026 - 11:24 WIB

Seto Mulyadi: Mendidik Bukan Menghardik, Mengajar Bukan Menghajar

15 Mei 2026 - 11:03 WIB

Menganyam Harmoni di Lereng Semeru, Keberagaman Budaya dan Adat di Kecamatan Senduro

26 Maret 2026 - 11:37 WIB

Ramadan Jadi Momentum Lahirnya Asrama Tahassus 600 Santri di Lumajang, Bupati Sebut Kebanggaan Daerah

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sungai Regoyo Meluap, 37 Siswa SD di Dusun Sumberlangsep Terpaksa Ujian dari Rumah

5 Maret 2026 - 18:24 WIB

Trending di Pendidikan