Pemantauan Semeru: Status Terkini Pengungsi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 20 Nov 2025 20:24 WIB ·

Pengungsi Semeru Menurun Drastis, Pemkab Lumajang Tetap Perketat Pemantauan 24 Jam


 Pengungsi Semeru Menurun Drastis, Pemkab Lumajang Tetap Perketat Pemantauan 24 Jam Perbesar

Jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru turun dari 807 menjadi 346 jiwa. Meski angka ini menurun, Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) memastikan kewaspadaan tetap tinggi karena status gunung masih Level IV (Awas).

“Penurunan ini menunjukkan masyarakat mengikuti informasi resmi. Namun potensi ancaman tetap ada,” jelas Bunda Indah saat meninjau wilayah Pronojiwo, Kamis (20/11/2025).

Di Kecamatan Candipuro, seluruh titik pengungsian kini kosong. Warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah tetap memantau situasi untuk memastikan keselamatan mereka.

Di Kecamatan Pronojiwo, pengungsi tersisa di SD Supiturang 4. Titik lain, seperti Kantor Kecamatan, Masjid Supiturang, Balai Desa Oro-Ombu, serta SD Pemukiman 3 dan SD Sumberurip 2, sudah tidak lagi menampung warga. Pemerintah tetap menyediakan logistik dan layanan darurat bagi warga yang masih bertahan.

Bunda Indah juga menekankan pentingnya pengaturan distribusi bantuan. Balai Desa Sumberurip dan UPK Candipuro menjadi pusat Distribusi Utama (DU) agar bantuan cepat dan tepat sasaran.

Pemkab Lumajang memastikan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas. Pemantauan harian Semeru terus dilakukan. Komunikasi antarinstansi dijaga ketat, dan informasi resmi disebarkan lebih cepat untuk mencegah kebingungan di masyarakat.

“Keselamatan warga adalah fokus kami. Semua langkah diarahkan agar warga tetap terlindungi, baik yang sudah pulang maupun yang masih mengungsi,” tegas Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah