Petahana Dihantam Isu Kurang Perhatian, Nama Pudoli Makin Menguat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Politik · 15 Sep 2025 18:21 WIB ·

Petahana Dihantam Isu Kurang Perhatian, Nama Pudoli Makin Menguat


 Petahana Dihantam Isu Kurang Perhatian, Nama Pudoli Makin Menguat Perbesar

Lumajang, – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Lumajang, suara-suara dari bawah mulai menyeruak ke permukaan.

Komentar dari berbagai kalangan datang dari para kader di tingkat kecamatan hingga desa, yang menilai mesin partai saat ini sedang dalam kondisi tidak sehat.

Salah satunya datang dari Anto, Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Tempursari. Menurutnya, Golkar Lumajang membutuhkan penyegaran dalam kepemimpinan jika ingin kembali ke jalur kemenangan.

Baca juga: Defisit Rp4,3 Triliun, PDIP Jatim Ingatkan: Uang Rakyat Harus Kembali ke Wong Cilik

“Kalau pimpinan memang butuh perubahan. Kalau bisa, tidak dari yang incumbent,” kata Anto saat ditemui di sela kegiatannya, Senin (15/9/25).

Mesin partai yang tidak berjalan optimal, menurut Anto, adalah salah satu penyebab utama gagalnya Golkar meraih target tujuh kursi DPRD pada pemilu lalu.

Ia menyebut, pengurus di tingkat bawah sering kali merasa diabaikan dan tidak diberdayakan secara maksimal.

Baca juga: Hanura Genjot Konsolidasi Akar Rumput, Targetkan Ranting & Anak Ranting Tuntas Juni 2026

“Saya tidak mengatakan yang dulu jelek, tapi sekarang kita butuh bagaimana caranya kader di tingkat desa bisa hidup. Jangan cuma aktif saat musim pemilu,” tegasnya.

Selama ini, kata dia, komunikasi antara DPC dan pengurus tingkat kecamatan atau desa berjalan sangat minim. Akibatnya, banyak kegiatan partai yang mandek di lapangan dan berdampak langsung pada lemahnya suara Golkar di masyarakat.

Suara senada juga datang dari Sri Warsini, Ketua PK Golkar Pronojiwo. Ia mengungkapkan bahwa kader-kader di wilayahnya kini mulai kehilangan arah karena jarangnya kegiatan partai yang melibatkan mereka.

“Golkar sekarang ini kekurangan kegiatan. Jarang ada pertemuan, jarang ada pelatihan, jadi kader-kader juga bingung mau bergerak bagaimana,” kata Sri.

Lebih jauh, Sri menilai Golkar Lumajang perlu figur pemimpin yang bisa turun langsung dan menyatukan kembali semangat kader di akar rumput.

“Kita butuh pemimpin yang paham lapangan, bukan yang hanya aktif di atas. Sudah banyak PK yang ingin perubahan,” tandasnya.

Untuk diketahui, nama Pudoli Sandra mulai banyak disebut sebagai alternatif yang lebih segar. Dengan rekam jejaknya sebagai mantan Ketua KPU dan Ketua Peradi Lumajang, beberapa PK menilai Pudoli memiliki kapasitas untuk memimpin Golkar ke arah yang lebih solid dan terbuka.

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Sama-sama Buka Kanal Aduan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

26 Desember 2025 - 15:00 WIB

Wakil Ketua DPRD Kosong, Posisi Politik NasDem Jember Melemah

26 Desember 2025 - 10:53 WIB

17 DPC NasDem Jember Teken Mosi Tidak Percaya terhadap DPD

26 Desember 2025 - 10:40 WIB

Regenerasi Jadi Kunci, PDIP Lumajang Siapkan Mesin Partai Lebih Segar

21 Desember 2025 - 07:58 WIB

PDIP Jatim Konsolidasi Besar Jelang Pemilu 2029

21 Desember 2025 - 07:49 WIB

Penggugat Ibaratkan Bupati-Wabup Jember Sebagai Ponsel Satu Paket

28 November 2025 - 12:51 WIB

Trending di Politik