Petahana Dihantam Isu Kurang Perhatian, Nama Pudoli Makin Menguat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Politik · 15 Sep 2025 18:21 WIB ·

Petahana Dihantam Isu Kurang Perhatian, Nama Pudoli Makin Menguat


 Petahana Dihantam Isu Kurang Perhatian, Nama Pudoli Makin Menguat Perbesar

Lumajang, – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Lumajang, suara-suara dari bawah mulai menyeruak ke permukaan.

Komentar dari berbagai kalangan datang dari para kader di tingkat kecamatan hingga desa, yang menilai mesin partai saat ini sedang dalam kondisi tidak sehat.

Salah satunya datang dari Anto, Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Tempursari. Menurutnya, Golkar Lumajang membutuhkan penyegaran dalam kepemimpinan jika ingin kembali ke jalur kemenangan.

Baca juga: Defisit Rp4,3 Triliun, PDIP Jatim Ingatkan: Uang Rakyat Harus Kembali ke Wong Cilik

“Kalau pimpinan memang butuh perubahan. Kalau bisa, tidak dari yang incumbent,” kata Anto saat ditemui di sela kegiatannya, Senin (15/9/25).

Mesin partai yang tidak berjalan optimal, menurut Anto, adalah salah satu penyebab utama gagalnya Golkar meraih target tujuh kursi DPRD pada pemilu lalu.

Ia menyebut, pengurus di tingkat bawah sering kali merasa diabaikan dan tidak diberdayakan secara maksimal.

Baca juga: Hanura Genjot Konsolidasi Akar Rumput, Targetkan Ranting & Anak Ranting Tuntas Juni 2026

“Saya tidak mengatakan yang dulu jelek, tapi sekarang kita butuh bagaimana caranya kader di tingkat desa bisa hidup. Jangan cuma aktif saat musim pemilu,” tegasnya.

Selama ini, kata dia, komunikasi antara DPC dan pengurus tingkat kecamatan atau desa berjalan sangat minim. Akibatnya, banyak kegiatan partai yang mandek di lapangan dan berdampak langsung pada lemahnya suara Golkar di masyarakat.

Suara senada juga datang dari Sri Warsini, Ketua PK Golkar Pronojiwo. Ia mengungkapkan bahwa kader-kader di wilayahnya kini mulai kehilangan arah karena jarangnya kegiatan partai yang melibatkan mereka.

“Golkar sekarang ini kekurangan kegiatan. Jarang ada pertemuan, jarang ada pelatihan, jadi kader-kader juga bingung mau bergerak bagaimana,” kata Sri.

Lebih jauh, Sri menilai Golkar Lumajang perlu figur pemimpin yang bisa turun langsung dan menyatukan kembali semangat kader di akar rumput.

“Kita butuh pemimpin yang paham lapangan, bukan yang hanya aktif di atas. Sudah banyak PK yang ingin perubahan,” tandasnya.

Untuk diketahui, nama Pudoli Sandra mulai banyak disebut sebagai alternatif yang lebih segar. Dengan rekam jejaknya sebagai mantan Ketua KPU dan Ketua Peradi Lumajang, beberapa PK menilai Pudoli memiliki kapasitas untuk memimpin Golkar ke arah yang lebih solid dan terbuka.

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Lumajang Siapkan Rp 13 Miliar untuk Pilkades Serentak di 158 Desa pada 2027

2 Juli 2026 - 12:54 WIB

Gunung Kerinci, Bung Karno, dan Tafsir Perjalanan Politik di Jalur yang Menanjak

23 Juni 2026 - 10:27 WIB

Agus Yudha: Cinta Indonesia Harus Diwujudkan Melalui Kerja Nyata untuk Rakyat

14 Juni 2026 - 13:46 WIB

Efisiensi BBM, PKB Lumajang Apresiasi Larangan ASN Menggunakan Mobil Dinas

14 Juni 2026 - 09:31 WIB

Deni Wicaksono: Kombinasi Kader Lama dan Baru Jadi Modal PDIP Lumajang

13 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPD PDIP Jatim Soroti Regenerasi Kader di Lumajang, Perempuan Capai 45 Persen

13 Juni 2026 - 16:05 WIB

Trending di Politik