Ranuyoso di Jalur Trans Jawa, Potensial Jadi Sentra Oleh-Oleh Buah Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 17 Sep 2025 14:45 WIB ·

Ranuyoso di Jalur Trans Jawa, Potensial Jadi Sentra Oleh-Oleh Buah Lumajang


 Ranuyoso di Jalur Trans Jawa, Potensial Jadi Sentra Oleh-Oleh Buah Lumajang Perbesar

Lumajang, – Kecamatan Ranuyoso, yang terletak di jalur nasional Trans Jawa, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra oleh-oleh buah khas Lumajang.

Lokasinya yang strategis dan berada di sepanjang jalan utama Klakah-Ranuyoso, menjadikan kawasan ini sebagai etalase alami produk pertanian lokal, khususnya aneka buah tropis seperti Pisang Agung, pisang emas, nangka, hingga alpukat.

Potensi tersebut mendapat sorotan langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi Pasar Buah Ranuyoso, Senin (15/9/25) malam.

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah berbelanja langsung buah-buahan lokal dan menyatakan kekagumannya atas kekayaan hasil pertanian Lumajang.

Baca juga: BPBD Lumajang Aktifkan Relawan di Titik Rawan Banjir Lahar Semeru

“Pisang Agung Lumajang itu rasanya khas, tahan lama, dan sangat cocok dijadikan oleh-oleh bagi para pelancong yang melewati Ranuyoso. Tidak heran Lumajang mendapat predikat sebagai kota pisang,” kata Khofifah, Rabu (17/9/25).

Ia menilai, keberadaan pasar-pasar buah di pinggir jalur nasional merupakan peluang besar untuk mendorong perekonomian lokal berbasis pertanian, sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pengendara antarkota, wisatawan, dan pelintas jalur selatan.

Baca juga: Surabaya-Sidoarjo Bakal Terkoneksi KRL Modern, Dapat Suntikan Dana Rp 4,1 Triliun dari Jerman

Menurut Khofifah, langkah sederhana seperti membeli langsung dari pedagang lokal adalah bentuk nyata dari dukungan terhadap petani dan pelaku UMKM, sekaligus upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa.

“Ini bukan hanya soal belanja buah, tapi cara kita menjaga ekosistem pertanian lokal agar terus tumbuh dan punya pasar sendiri,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Krisis LPG 3 Kg di Jember Usai Lebaran, Warga Kesulitan Memasak

6 April 2026 - 08:59 WIB

Ditinggal Tahlilan Ayah, Siti Maisaroh Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

4 April 2026 - 10:49 WIB

Libur Paskah, Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Malang

3 April 2026 - 18:05 WIB

Tak Semua Pegawai Libur, WFH Lumajang Hanya untuk Administrasi

3 April 2026 - 08:32 WIB

Tragedi Libur Lebaran di Muara Bondoyudo, Pelajar SMP Lumajang Masih Hilang di Hari Keempat

1 April 2026 - 16:23 WIB

Aman untuk Sekarang, Tapi Tidak Pasti, Ketergantungan Kebijakan Pusat pada Nasib P3K

31 Maret 2026 - 17:37 WIB

Trending di Daerah