Respons Cepat Bupati Lumajang, Kirim Air Bersih dan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 1 Nov 2025 09:42 WIB ·

Respons Cepat Bupati Lumajang, Kirim Air Bersih dan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir


 Respons Cepat Bupati Lumajang, Kirim Air Bersih dan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Jatiroto.

Hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak Kamis malam (30/10/2025) menyebabkan dua desa, yakni Rojopolo dan Kaliboto Kidul, terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter.

Sedikitnya 1.225 rumah warga terdampak banjir, dengan kondisi terparah terjadi di Desa Rojopolo yang mencatat 1.185 rumah tergenang. Sementara di Desa Kaliboto Kidul, 40 rumah dilaporkan ikut terendam.

Genangan air tidak hanya merusak perabotan rumah tangga, tetapi juga menghambat aktivitas warga sejak Jumat pagi.

Baca juga: ASN dan SPBU yang Nakal Waspada! Bupati Lumajang Gunakan Media sebagai Alarm Publik

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati memastikan pihaknya langsung menyalurkan bantuan air bersih dan makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Air mineral untuk minum dan air bersih untuk mandi sudah kami kirim menggunakan tangki sejak banjir mulai terjadi. Nasi bungkus juga kami distribusikan karena warga belum bisa beraktivitas memasak,” katanya, Sabtu (1/11/2025).

Baca juga:Cegah Kepanikan Warga, Bupati Lumajang Perkuat Pengawasan SPBU Pertamina

Selain bantuan logistik, pemerintah juga mulai melakukan pembersihan aliran sungai yang menjadi sumber banjir. Menurut Indah, penyebab utama luapan air adalah pendangkalan sungai yang belum sepenuhnya dinormalisasi.

“Sebenarnya sudah lima tahun wilayah ini tidak banjir. Kami sudah membangun saluran aliran sungai, dan Dinas PU SDA Provinsi juga telah melakukan normalisasi sepanjang 3,4 kilometer. Tapi masih ada sekitar tiga kilometer lagi yang belum, dan sudah kami usulkan untuk dilanjutkan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi respon cepat Gubernur Jawa Timur, yang langsung menurunkan bantuan alat berat untuk membersihkan sungai yang dipenuhi ganggang, sampah, dan batang kayu pascabanjir.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur yang tanggap terhadap kondisi Lumajang. Ini penting, karena Lumajang termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah