Ribuan Pengunjung Segoro Topeng Kaliwungu Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp 1,2 Juta Sehari - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Ekonomi · 28 Jun 2026 22:44 WIB ·

Ribuan Pengunjung Segoro Topeng Kaliwungu Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp 1,2 Juta Sehari


 Ribuan Pengunjung Segoro Topeng Kaliwungu Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp 1,2 Juta Sehari Perbesar

Lumajang, – Keramaian pagelaran Sendratari Segoro Topeng Kaliwungu 2026 di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, tidak hanya menjadi daya tarik bagi ribuan pengunjung, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima mengaku meraup omzet jauh lebih tinggi dibanding hari-hari biasa selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang pelaku UMKM, Ningrum, mengatakan pendapatannya meningkat tajam sejak pagelaran digelar. Pedagang minuman sachet itu mengaku keuntungan yang biasanya hanya sekitar Rp 150 ribu per hari melonjak menjadi lebih dari Rp 1,2 juta.

“Biasanya saya hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp 150 ribu per hari, tapi selama Pagelaran Segoro Topeng Kaliwungu ini bisa mencapai Rp 1.200.000 lebih,” katanya, Minggu (28/6/2026).

Peningkatan penjualan juga dirasakan Joko, pedagang cilok yang membuka lapak di sekitar lokasi acara. Menurut dia, seluruh dagangannya habis terjual selama pagelaran berlangsung.

“Biasanya kalau hari-hari biasa cilok saya selalu ada sisa dan sisanya saya bawa pulang. Selama acara ini dagangan saya habis terjual semua,” ujarnya.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan antusiasme ribuan masyarakat yang menghadiri pagelaran memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.

Pengunjung yang datang, kata dia, turut membelanjakan uangnya kepada pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Pantai Watu Pecak.

“Luar biasa, ribuan masyarakat yang datang tentu membelanjakan uangnya bagi para pedagang kaki lima dan para UMKM yang hari ini juga banyak sekali yang berjualan. Saya tadi juga berkesempatan bertanya kepada mereka dan ternyata penjualannya berkali-kali lipat dibanding hari biasa,” katanya.

Menurut Indah, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak menjadikan Segoro Topeng Kaliwungu sekadar agenda seremonial tahunan.

Pemerintah daerah akan terus mengembangkan kegiatan tersebut agar dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelaku usaha lokal.

“Langkah selanjutnya bukan hanya sebatas seremonial. Saya akan terus mengembangkan lewat sekolah-sekolah,” ucap dia.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Perlu Tunggu Usaha Besar, UMKM Kerajinan Lumajang Dibekali Cara Memulai Ekspor

24 September 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Turnamen, Percasi Lumajang Ingin Kejurprov Jadi Penggerak Sport Tourism

30 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Percasi Lumajang Siapkan Kejurprov 2027, Target 1.000 Pecatur Ramaikan Kabupaten Lumajang

30 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Kadin Lumajang: Sedekah Desa Wonokerto Beri Dampak bagi UMKM dan Pedagang

16 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Trending di Ekonomi