Gekrafs Dilantik, Harapan Dilambungkan: Mampukah Kreativitas Menjadi Mesin Ekonomi Baru Lumajang? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Ekonomi · 4 Mei 2026 15:51 WIB ·

Gekrafs Dilantik, Harapan Dilambungkan: Mampukah Kreativitas Menjadi Mesin Ekonomi Baru Lumajang?


 Gekrafs Dilantik, Harapan Dilambungkan: Mampukah Kreativitas Menjadi Mesin Ekonomi Baru Lumajang? Perbesar

Lumajang, – Pelantikan dan pengukuhan Ketua DPC Gekrafs Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu malam (3/5/2026), kembali menegaskan besarnya ekspektasi terhadap sektor ekonomi kreatif di daerah ini.

Namun di balik seremoni yang berlangsung hangat itu, tersimpan pekerjaan rumah yang tidak kecil, mengubah potensi menjadi sistem ekonomi yang benar-benar berjalan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyoroti langsung geliat pariwisata di wilayahnya yang mulai menarik kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya di kawasan Pronojiwo.

“Jadi, tampil setiap hari weekday, bukan weekend, weekday, 500–600 wisatawan asing datang ke Pronojiwo. Ini menjadi bagian dari semangat kita bersama,” katanya.

Di sektor budaya, pemerintah daerah mengklaim sejumlah capaian penting. Tari Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan.

“Kita tadi menyaksikan Tari Topeng Kaliwungu. Ini budaya tak benda yang dianugerahkan oleh Kementerian Kebudayaan. Jaran Kencak dan Tari Topeng Kaliwungu sudah dinyatakan menjadi warisan budaya tak benda yang harus dilindungi oleh negara,” ungkapnya.

Selain itu, Lumajang juga menerima tiga sertifikat indikasi geografis dari pemerintah pusat.

“Bulan lalu saya kedatangan kementerian, tiga sertifikat diberikan untuk Lumajang. Sertifikat Indikasi Geografis untuk Pisang Mas Kirana, susu Kambing Senduro, dan ubi madu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan tersebut memiliki konsekuensi hukum bagi daerah lain.

“Apa itu indikasi geografis? Sertifikat Indikasi Geografis adalah perlindungan atas asal barang berdasarkan geografis. Jadi yang namanya Pisang Mas Kirana, susu kambing Senduro, dan ubi madu itu dilindungi oleh negara sebagai produksi dari Kabupaten Lumajang. Tidak boleh kabupaten atau kota lain yang mengaku, dan itu ada sanksi hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan ambisi besar menjadikan Lumajang sebagai destinasi wisata yang lebih kuat secara ekonomi.

“Saya ingin ke depan Lumajang menjadi kota tujuan wisata. Soalnya kalau sudah menjadi kota tujuan wisata, orang tidak hanya datang, tapi dia akan mengeluarkan uangnya untuk membeli produk-produk yang ada di sini,” katanya.

Indah pun menutup sambutannya dengan penegasan soal arah regenerasi kepemimpinan di daerah.

“Saya yakin ke depan Lumajang dipimpin oleh anak-anak muda. Ke depan anak-anak Lumajang yang harus memimpin, karena tokoh muda jauh lebih hebat yang akan membawa Kabupaten Lumajang,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HIPMI Lumajang Dorong Peran Pengusaha Muda sebagai Motor Ekonomi Daerah

3 Mei 2026 - 14:05 WIB

Inkubasi hingga Business Matching, Strategi HIPMI Lumajang Akselerasi Ekonomi Daerah

30 April 2026 - 23:26 WIB

HIPMI Lumajang Tancap Gas Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

30 April 2026 - 23:16 WIB

Lewat RKPD 2027, Pemkab Lumajang Perkuat Iklim Investasi dan Infrastruktur

22 Maret 2026 - 10:45 WIB

Krisis Keteladanan? ASN dan Perangkat Desa Diminta Lunasi Pajak di Tengah Tunggakan Rp 6,19 Miliar

3 Maret 2026 - 09:26 WIB

Pariwisata dan UMKM Lumajang, Sinergi yang Menggerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 12:13 WIB

Trending di Ekonomi