Tarif Tetap, Pendapatan Naik: Kisah Ojek Kuda saat Ribuan Wisatawan Padati Watu Pecak - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Ekonomi · 29 Jun 2026 19:14 WIB ·

Tarif Tetap, Pendapatan Naik: Kisah Ojek Kuda saat Ribuan Wisatawan Padati Watu Pecak


 Tarif Tetap, Pendapatan Naik: Kisah Ojek Kuda saat Ribuan Wisatawan Padati Watu Pecak Perbesar

Lumajang, – Lonjakan jumlah pengunjung saat pagelaran Segoro Topeng Kaliwungu di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, tidak diikuti kenaikan tarif jasa ojek kuda.

Meski harga tetap, penyedia jasa mengaku pendapatannya meningkat berkali-kali lipat selama festival berlangsung.

Segoro Topeng Kaliwungu yang menjadi salah satu agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) kembali menyedot ribuan warga dari Lumajang maupun luar daerah.

Ramainya wisatawan membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi, termasuk penyedia jasa ojek kuda.

Supriadi, salah seorang penyedia jasa ojek kuda di Pantai Watu Pecak, mengatakan pendapatannya selama dua hari penyelenggaraan festival meningkat tajam.

Dalam sehari, ia bisa membawa pulang penghasilan antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
Angka tersebut jauh melampaui pendapatan pada hari biasa yang hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari.

“Kalau hari biasa dapatnya antara Rp100-150 ribu,” kata Supriadi di Pantai Watu Pecak, Senin (29/6/2026).

Meski permintaan jasa meningkat seiring membludaknya pengunjung, Supriadi memilih tidak mengubah tarif. Harga untuk anak-anak tetap Rp10 ribu sekali putaran mengelilingi kawasan Pantai Watu Pecak, sedangkan orang dewasa dikenai Rp20 ribu.

Bahkan, jika satu orang dewasa berkendara bersama anaknya, biaya yang dibayarkan hanya dihitung untuk penumpang dewasa.

“Kalau misal yang naik orang tua bareng anaknya hanya kita hitung yang dewasa saja,” ujarnya.

Penyedia jasa ojek kuda lainnya, Nawawi, berharap pemerintah dapat memperbanyak agenda wisata di Pantai Watu Pecak. Menurut dia, kegiatan berskala besar terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

“Harapannya tidak hanya setahun sekali ada kegiatan di sini, karena pendapatan kami juga bertambah,” kata Nawawi.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan Festival Segoro Topeng Kaliwungu akan tetap digelar setiap tahun sebagai bagian dari upaya mempertahankan statusnya sebagai salah satu agenda Kharisma Event Nusantara.

Pemerintah daerah juga akan mempertimbangkan penyelenggaraan event lain di Pantai Watu Pecak maupun destinasi wisata lainnya untuk memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.

“Ini setiap tahun akan kita laksanakan rutin, nanti kita akan pikirkan lagi event apa yang bisa digelar di Pantai Watu Pecak atau tempat wisata lain sebagai dukungan pemerintah untuk ekonomi masyarakat,” ujar Indah.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Perlu Tunggu Usaha Besar, UMKM Kerajinan Lumajang Dibekali Cara Memulai Ekspor

24 September 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Turnamen, Percasi Lumajang Ingin Kejurprov Jadi Penggerak Sport Tourism

30 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Percasi Lumajang Siapkan Kejurprov 2027, Target 1.000 Pecatur Ramaikan Kabupaten Lumajang

30 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Kadin Lumajang: Sedekah Desa Wonokerto Beri Dampak bagi UMKM dan Pedagang

16 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Trending di Ekonomi