Mitigasi Erupsi Semeru dan Upaya Penanggulangan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 20 Nov 2025 19:59 WIB ·

“Semeru Bergejolak: Tim Penanggulangan Bencana Lumajang Tingkatkan Mitigasi dan Edukasi Warga di Zona Awas”


 “Semeru Bergejolak: Tim Penanggulangan Bencana Lumajang Tingkatkan Mitigasi dan Edukasi Warga di Zona Awas” Perbesar

Aktivitas Semeru Meningkat

Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (20/11/2025) pukul 00.00–06.00 WIB. Puncaknya tertutup kabut, dan asap kawah tidak terlihat. Meski begitu, pemantauan mencatat 25 gempa letusan dan 32 gempa guguran. Dengan kondisi ini, status Semeru tetap berada di Level IV (Awas).

Tim Bencana Bergerak Maksimal

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menyatakan bahwa pemerintah daerah sudah berada dalam mode siaga penuh. Semua unit penanggulangan kini bergerak mengikuti rekomendasi PVMBG.

“Kami sudah mengaktifkan TRC, tim evakuasi, logistik, hingga layanan kesehatan. Semua bekerja terkoordinasi,” ujarnya.

Penguatan Penjagaan di Titik Rawan

Tim Penanggulangan Bencana menempatkan personel di beberapa titik rawan. Mereka fokus pada wilayah yang berhadapan langsung dengan potensi awan panas, lahar, dan guguran material. Kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat menjadi prioritas utama.

Tim memastikan jalur evakuasi tetap aman. Pos pengungsian juga siap menerima warga. Alat komunikasi darurat terus mereka jaga agar berfungsi optimal.

Warga Diminta Patuhi Rekomendasi PVMBG

Yudhi menekankan pentingnya kepatuhan warga. PVMBG melarang aktivitas di sektor tenggara sejauh 20 km dari puncak dan radius 8 km dari kawah.

“Tim terus mengingatkan warga untuk menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter. Lahar bisa muncul tiba-tiba, terutama saat hujan di hulu,” jelasnya.

Edukasi Publik dan Informasi Resmi

Tim juga memperkuat edukasi melalui kanal resmi. Tujuannya menekan penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.

“Informasi resmi sangat penting. Kami mengimbau warga berhati-hati sebelum membagikan berita,” tambah Yudhi.

Logistik dan Dukungan Pemerintah

Pemerintah menjamin ketersediaan logistik, mobilitas relawan, dan kebutuhan dasar. Seluruh titik yang mungkin menerima pengungsian sudah disiapkan.

“Kami ada di lapangan dan bekerja untuk masyarakat. Keselamatan bisa terjaga bila warga mematuhi arahan tim,” tegasnya.

Kesiapsiagaan Bersama

Koordinasi antara pemerintah, PVMBG, relawan, dan masyarakat menjadi kunci perlindungan warga. Aktivitas Semeru memang meningkat, namun disiplin dan kerjasama dapat menekan risiko.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah