Sound Horeg Diproses Seperti Kegiatan Umum Lain, Tapi Ada Pengecekan Khusus - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 17 Jul 2025 19:08 WIB ·

Sound Horeg Diproses Seperti Kegiatan Umum Lain, Tapi Ada Pengecekan Khusus


 Sound Horeg Diproses Seperti Kegiatan Umum Lain, Tapi Ada Pengecekan Khusus Perbesar

Lumajang, – Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa kegiatan sound horeg akan tetap diproses secara administratif sebagaimana kegiatan masyarakat lainnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa untuk kegiatan dengan potensi keramaian besar, pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih ketat di lapangan.

“Perizinan sound horeg kita proses seperti kegiatan umum lainnya. Tapi kalau skalanya besar, melibatkan banyak orang, dan berlangsung sampai malam, tentu ada pengecekan khusus sebelum izin diberikan,” ujar Alex, Kamis (17/7/25).

Baca juga: Pemberhentian Truk Pasir di Candipuro, Aksi Spontan hingga Mediasi di Tengah Ketidakjelasan Regulasi

Fenomena sound horeg yakni penggunaan pengeras suara berkapasitas besar untuk hiburan musik memang tengah menjadi sorotan.

Di satu sisi, ini menjadi bentuk ekspresi budaya dan sumber ekonomi bagi pelaku usaha sound system.

Namun di sisi lain, tidak sedikit warga yang merasa terganggu, terutama bila suara diputar hingga larut malam.

Menurut Kapolres, tidak ada larangan khusus terkait kegiatan ini selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku, termasuk soal ketertiban umum dan keamanan lingkungan.

Baca juga:Beras Diduga Oplosan di Pasar Pucang Surabaya Mulai Ditarik Agen Sejak Sepekan Lalu

Namun, Alex mengakui bahwa hingga saat ini belum ada data teknis atau penyelidikan akustik resmi yang dijadikan dasar untuk menentukan ambang batas kebisingan.

“Mungkin sudah ada data teknis menjelang akustik, tapi sejauh ini kita belum melakukan penyelidikan akustik secara resmi,” jelasnya.

Pernyataan ini muncul setelah Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dirilis, yang menyoroti kegiatan-kegiatan berpotensi mengganggu moral dan ketertiban, termasuk penggunaan pengeras suara dalam skala besar.

Meski demikian, Kapolres menekankan bahwa polisi tidak dalam posisi melarang secara menyeluruh kegiatan masyarakat. “Yang dilarang itu adalah kegiatan yang merusak fasilitas umum atau berdampak pada ketentraman sosial,” tambahnya.

Pihak kepolisian, lanjut Alex, akan tetap memfasilitasi kegiatan masyarakat selama dijalankan dengan tertib dan sesuai prosedur. Ia berharap para pelaku sound horeg dapat lebih bijak dalam mengatur waktu dan volume suara agar tidak menimbulkan konflik sosial.

“Kita tidak ingin mematikan kreativitas atau kegiatan masyarakat. Tapi semua harus sejalan dengan aturan dan menjaga kondusivitas lingkungan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional