Beras Diduga Oplosan di Pasar Pucang Surabaya Mulai Ditarik Agen Sejak Sepekan Lalu - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 16 Jul 2025 17:09 WIB ·

Beras Diduga Oplosan di Pasar Pucang Surabaya Mulai Ditarik Agen Sejak Sepekan Lalu


 Beras Diduga Oplosan di Pasar Pucang Surabaya Mulai Ditarik Agen Sejak Sepekan Lalu Perbesar

Surabaya, – Sejumlah merek beras yang diduga tidak sesuai standar mulai ditarik dari peredaran di Pasar Pucang Anom, Surabaya. Penarikan dilakukan oleh pihak agen sejak satu minggu lalu tanpa adanya sosialisasi resmi kepada para pedagang.

Pedagang beras setempat, Dika, mengungkapkan bahwa penarikan dilakukan langsung oleh pihak pabrik melalui agen yang biasa menyuplai beras ke pasar. Menurutnya, terdapat tiga merek beras yang ditarik, salah satunya berlabel cap A dan cap B.

“Kalau dari pihak pabriknya ditarik. Kemarin ada cap A, cap B, cap itu. Ada tiga merek kemarin itu sudah ditarik semua sekitar seminggu yang lalu,” kata Dika, Rabu (16/7/25).

Baca juga: Harga Beras Premium Terancam Naik Imbas Dinamika Harga Gabah di Lumajang

Meskipun demikian, Dika mengaku tidak menerima informasi resmi atau sosialisasi apapun terkait alasan penarikan. Ia hanya mengetahui dari agen bahwa penarikan dilakukan karena harga beras tersebut melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Saya juga enggak tahu. Akhire timbang nanti terjadi hal-hal yang enggak enak, akhirnya sama pabrik ditarik,” jelasnya.

Kabar beredarnya beras oplosan turut memperkeruh suasana pasar. Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah sejumlah pemberitaan menyebutkan adanya indikasi kecurangan dalam distribusi beras, mulai dari kualitas campuran hingga permainan harga.

Baca juga: Tragedi Laut di Pasuruan: 1 Tewas, 3 Hilang Akibat Perahu Pemancing Terbalik

Selain isu beras oplosan, pedagang juga mengeluhkan kenaikan harga beras yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini berlangsung secara bertahap, mulai dari Rp100 hingga Rp200 setiap dua hari. Sejak Iduladha lalu, total kenaikan harga telah mencapai Rp500 hingga Rp700 per kilogram.

“Naiknya enggak langsung besar, tapi terus-terusan. Sekarang pembeli juga mulai mengeluh,” ujar Hendra seorang pedagang lainnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah