Harga Beras Premium Terancam Naik Imbas Dinamika Harga Gabah di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Ekonomi · 16 Jul 2025 15:50 WIB ·

Harga Beras Premium Terancam Naik Imbas Dinamika Harga Gabah di Lumajang


 Harga Beras Premium Terancam Naik Imbas Dinamika Harga Gabah di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Harga gabah di Kabupaten Lumajang mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Setelah sempat menyentuh angka Rp 7.300 per kilogram, kini harga gabah turun menjadi Rp 7.100 per kilogram.

Meski masih di atas harga dasar pemerintah, kondisi ini tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama karena produktivitas padi yang terus menurun.

Menurut Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Ika Wahyuni Hariyanti, penurunan produktivitas dan tingginya permintaan gabah bisa berdampak langsung pada harga beras di pasaran.

Baca juga: NU Lumajang Siap Turun Tangan Atasi Maraknya Begal dan Curanmor

“Dampaknya bisa kepada kenaikan harga beras. Harga gabah naik otomatis beras ikut naik di kisaran harga Rp 12.500 – 14.000 untuk beras premium,” jelasnya, Rabu (16/7/25).

Lumajang dikenal sebagai salah satu sentra penggilingan padi terbesar di wilayah timur Jawa. Tingginya kebutuhan gabah di sektor industri penggilingan membuat pelaku usaha bersaing menaikkan harga beli, meskipun stok di tingkat petani terbatas karena penurunan hasil panen.

Baca juga:Bupati Lumajang Tegaskan Tak Ada PHK Massal Tenaga Honorer R4

Namun, ironisnya, kondisi ini tidak serta-merta menguntungkan petani. Ishak Subagyo, Demisioner HKTI Lumajang, menyatakan bahwa sebagian besar petani hanya mendapatkan balik modal dari hasil tanam padi.

“Hitungannya dari proses gabah ke beras mereka impas. Tapi diuntungkan dari katul dan sekam. Rata-rata kalau katul itu 6 persen sedangkan sekam 8 persen dari gabah yang diolah,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tarif Tetap, Pendapatan Naik: Kisah Ojek Kuda saat Ribuan Wisatawan Padati Watu Pecak

29 Juni 2026 - 19:14 WIB

Ribuan Pengunjung Segoro Topeng Kaliwungu Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp 1,2 Juta Sehari

28 Juni 2026 - 22:44 WIB

Workshop UMKM Ungkap Persoalan Lama CFD Lumajang, Lapak Jadi Sumber Konflik Pedagang

17 Juni 2026 - 16:00 WIB

Gekrafs Dilantik, Harapan Dilambungkan: Mampukah Kreativitas Menjadi Mesin Ekonomi Baru Lumajang?

4 Mei 2026 - 15:51 WIB

HIPMI Lumajang Dorong Peran Pengusaha Muda sebagai Motor Ekonomi Daerah

3 Mei 2026 - 14:05 WIB

Inkubasi hingga Business Matching, Strategi HIPMI Lumajang Akselerasi Ekonomi Daerah

30 April 2026 - 23:26 WIB

Trending di Ekonomi