Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 10 Des 2025 15:19 WIB ·

Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup


 Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang menutup seluruh aktivitas pertambangan di sepanjang aliran Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, setelah wilayah tersebut kembali dilalui banjir lahar Gunung Semeru.

Keputusan itu diambil untuk mencegah jatuhnya korban, mengingat Sungai Regoyo merupakan jalur utama pergerakan lahar setiap kali terjadi hujan intensitas tinggi di kawasan gunung.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa kondisi geografis sungai yang langsung terhubung dengan hulu Semeru membuat area itu sangat berbahaya bagi para penambang pasir yang sehari-hari bekerja di lokasi tersebut.

“Aktivitas pertambangan untuk Jugosari sudah tidak boleh lagi karena berbahaya. Kepala desa sudah mengumumkan kepada seluruh penambang untuk menghentikan aktivitas sementara,” ujar Indah, Rabu (10/12/2025).

Banjir lahar yang terjadi beberapa hari terakhir telah menimbun 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Indah menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan warga, termasuk mereka yang masih bertahan di bukit sekitar desa.

“Langkah kedaruratan adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di Sumberlangsep bagian bawah. Kita harus selamatkan dulu warganya,” katanya.

Selain menutup tambang, Pemkab Lumajang melakukan normalisasi aliran Sungai Regoyo untuk mencegah material lahar kembali merangsek ke permukiman. Upaya ini dilakukan dengan mengarahkan kembali aliran air ke tengah sungai, meski Indah mengakui tantangan besar datang dari hujan ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Desember.

“Menurut BMKG, sampai akhir Desember hujan intensitas tinggi akan terus terjadi. Ini tantangan besar bagi normalisasi sungai,” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional