Tanggul Sungai Rondoningo Jebol, Puluhan Rumah dan Pesantren Terendam di Krejengan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 18 Jan 2026 12:15 WIB ·

Tanggul Sungai Rondoningo Jebol, Puluhan Rumah dan Pesantren Terendam di Krejengan


 Tanggul Sungai Rondoningo Jebol, Puluhan Rumah dan Pesantren Terendam di Krejengan Perbesar

Probolinggo, – Banjir bandang melanda Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (17/1/2026) malam, setelah tanggul penahan air Sungai Rondoningo jebol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama sekitar lima jam.

Akibatnya, puluhan rumah warga dan sejumlah pondok pesantren di Desa Opo-opo dan Desa Tanjungsari terendam air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan bahwa ketinggian air di sebagian besar titik terdampak mencapai satu meter, bahkan lebih di beberapa lokasi.

Kondisi ini menjadikan Krejengan sebagai salah satu titik terdampak paling parah dari banjir bandang yang melanda tujuh kecamatan di kabupaten tersebut.

“Terjangan banjir di berbagai daerah kondisinya hampir sama, namun di Krejengan beberapa tempat mengalami genangan air yang lebih dari satu meter. Kami memprioritaskan evakuasi warga untuk memastikan keselamatan mereka,” katanya, Minggu (18/1/2026).

Selain rumah dan pondok pesantren, banjir bandang juga merusak infrastruktur penting, termasuk jembatan penghubung antardusun di Dusun Asina, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, serta beberapa tanggul lainnya yang tidak mampu menahan tekanan air yang tinggi.

Segera setelah banjir terjadi, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga yang berada di zona bahaya serta mendata kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

“Warga yang telah dievakuasi sementara ditempatkan di lokasi pengungsian yang lebih aman, dan akan tetap berada di sana hingga kondisi banjir surut dan daerah dinyatakan aman untuk dihuni kembali,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah