Tanggul Sungai Rondoningo Jebol, Puluhan Rumah dan Pesantren Terendam di Krejengan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Jan 2026 12:15 WIB ·

Tanggul Sungai Rondoningo Jebol, Puluhan Rumah dan Pesantren Terendam di Krejengan


 Tanggul Sungai Rondoningo Jebol, Puluhan Rumah dan Pesantren Terendam di Krejengan Perbesar

Probolinggo, – Banjir bandang melanda Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (17/1/2026) malam, setelah tanggul penahan air Sungai Rondoningo jebol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama sekitar lima jam.

Akibatnya, puluhan rumah warga dan sejumlah pondok pesantren di Desa Opo-opo dan Desa Tanjungsari terendam air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan bahwa ketinggian air di sebagian besar titik terdampak mencapai satu meter, bahkan lebih di beberapa lokasi.

Kondisi ini menjadikan Krejengan sebagai salah satu titik terdampak paling parah dari banjir bandang yang melanda tujuh kecamatan di kabupaten tersebut.

“Terjangan banjir di berbagai daerah kondisinya hampir sama, namun di Krejengan beberapa tempat mengalami genangan air yang lebih dari satu meter. Kami memprioritaskan evakuasi warga untuk memastikan keselamatan mereka,” katanya, Minggu (18/1/2026).

Selain rumah dan pondok pesantren, banjir bandang juga merusak infrastruktur penting, termasuk jembatan penghubung antardusun di Dusun Asina, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, serta beberapa tanggul lainnya yang tidak mampu menahan tekanan air yang tinggi.

Segera setelah banjir terjadi, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga yang berada di zona bahaya serta mendata kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

“Warga yang telah dievakuasi sementara ditempatkan di lokasi pengungsian yang lebih aman, dan akan tetap berada di sana hingga kondisi banjir surut dan daerah dinyatakan aman untuk dihuni kembali,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah