Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 30 Sep 2025 13:59 WIB ·

Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh


 Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh Perbesar

Sidoarjo, – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, setelah musala di lingkungan ponpes tersebut roboh saat ratusan santri tengah melaksanakan ibadah salat berjamaah, Senin (29/9/25) sore.

Tragedi ini menewaskan tiga santri dan melukai puluhan lainnya.

Korban meninggal pertama yang berhasil dievakuasi adalah Mualana Sefian Ibrahim, santri asal Kalinayar, Pabean Cantian, Kota Surabaya. Jenazahnya langsung dibawa ke RSI Siti Hajar Sidoarjo pada hari kejadian.

Dua korban lainnya sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Notopuro Sidoarjo, namun akhirnya meninggal dunia karena luka parah yang diderita.

Baca juga: Turis Cina Cedera di Tumpak Sewu, diurut Sangkal Putung Lumajang

Mereka adalah Mochammad Mashudulhaq (14), warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya, dan Muhammad Soleh (22), santri asal Bangka Belitung.

“Tadi pagi pasien tinggal dua di IGD dalam zona merah, dan keduanya meninggal dunia,” kata Direktur Utama RSUD Notopuro Sidoarjo, Atok Irawan, Selasa (30/9/25).

Baca juga: 3 Segmen Anak Putus Sekolah Jadi Fokus: DO, LTM, dan BPB Capai 14.190 Anak di Lumajang

Menurut data rumah sakit, total ada 40 korban yang sempat dirawat. Sebanyak 38 di antaranya mengalami luka, sementara 3 meninggal dunia. Dari jumlah korban luka, 8 orang masih dalam perawatan intensif hingga berita ini diturunkan.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan insiden terjadi saat proses pengecoran lantai atas musala sedang berlangsung. Diduga, struktur bangunan tak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk secara tiba-tiba sekitar pukul 15.35 WIB.

Baca juga: Tragedi di Sidoarjo, Atap Ponpes Ambruk Saat Santri Salat, 1 Tewas, Puluhan Luka

“Saat itu santri sedang salat berjamaah di lantai bawah, dan lantai atas sedang dicor sejak pagi,” jelasnya.

Petugas medis dari berbagai rumah sakit dikerahkan ke lokasi. RSUD Notopuro sendiri telah menyiapkan tambahan tim dokter bedah dan anestesi, baik untuk penanganan di lokasi maupun di ruang perawatan rumah sakit.

“Kami kirim tim medis ke TKP dan standby di rumah sakit. Ada dokter bedah, anestesi, serta tambahan perawat,” kata Atok.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah