Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 30 Sep 2025 13:59 WIB ·

Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh


 Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh Perbesar

Sidoarjo, – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, setelah musala di lingkungan ponpes tersebut roboh saat ratusan santri tengah melaksanakan ibadah salat berjamaah, Senin (29/9/25) sore.

Tragedi ini menewaskan tiga santri dan melukai puluhan lainnya.

Korban meninggal pertama yang berhasil dievakuasi adalah Mualana Sefian Ibrahim, santri asal Kalinayar, Pabean Cantian, Kota Surabaya. Jenazahnya langsung dibawa ke RSI Siti Hajar Sidoarjo pada hari kejadian.

Dua korban lainnya sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Notopuro Sidoarjo, namun akhirnya meninggal dunia karena luka parah yang diderita.

Baca juga: Turis Cina Cedera di Tumpak Sewu, diurut Sangkal Putung Lumajang

Mereka adalah Mochammad Mashudulhaq (14), warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya, dan Muhammad Soleh (22), santri asal Bangka Belitung.

“Tadi pagi pasien tinggal dua di IGD dalam zona merah, dan keduanya meninggal dunia,” kata Direktur Utama RSUD Notopuro Sidoarjo, Atok Irawan, Selasa (30/9/25).

Baca juga: 3 Segmen Anak Putus Sekolah Jadi Fokus: DO, LTM, dan BPB Capai 14.190 Anak di Lumajang

Menurut data rumah sakit, total ada 40 korban yang sempat dirawat. Sebanyak 38 di antaranya mengalami luka, sementara 3 meninggal dunia. Dari jumlah korban luka, 8 orang masih dalam perawatan intensif hingga berita ini diturunkan.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan insiden terjadi saat proses pengecoran lantai atas musala sedang berlangsung. Diduga, struktur bangunan tak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk secara tiba-tiba sekitar pukul 15.35 WIB.

Baca juga: Tragedi di Sidoarjo, Atap Ponpes Ambruk Saat Santri Salat, 1 Tewas, Puluhan Luka

“Saat itu santri sedang salat berjamaah di lantai bawah, dan lantai atas sedang dicor sejak pagi,” jelasnya.

Petugas medis dari berbagai rumah sakit dikerahkan ke lokasi. RSUD Notopuro sendiri telah menyiapkan tambahan tim dokter bedah dan anestesi, baik untuk penanganan di lokasi maupun di ruang perawatan rumah sakit.

“Kami kirim tim medis ke TKP dan standby di rumah sakit. Ada dokter bedah, anestesi, serta tambahan perawat,” kata Atok.

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah