Tonggak Baru Umat Hindu Jawa Timur: Dari Lereng Gunung, Bakti Menyatukan Nusantara - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 22 Jul 2025 08:48 WIB ·

Tonggak Baru Umat Hindu Jawa Timur: Dari Lereng Gunung, Bakti Menyatukan Nusantara


 Tonggak Baru Umat Hindu Jawa Timur: Dari Lereng Gunung, Bakti Menyatukan Nusantara Perbesar

Lumajang, – Di balik sunyi lereng gunung, jauh dari keramaian kota, umat Hindu di Jawa Timur menyalakan api bakti yang tak kunjung padam. Dari ratusan pura yang tersebar di pelosok desa, bukit, hingga daerah pegunungan, tumbuh semangat kolektif yang kini menjelma menjadi tonggak baru kebangkitan spiritualitas Hindu di luar Bali.

Dalam momentum Pujo Wali yang digelar di Kurah Pandara Jusnir Rajung, semangat itu mencapai puncaknya. Ribuan umat dari 32 kabupaten/kota di Jawa Timur datang dengan penuh sukacita. Mereka menempuh perjalanan jauh melintasi kabupaten, pegunungan, bahkan lautan dari Madura demi satu hal, menyatukan bakti, memperkuat komunitas.

Tercatat ada 526 pura tersebar di seluruh Jawa Timur. Sebagian besar berdiri di tempat-tempat yang menantang: perbukitan di Blitar, lereng gunung di Bondowoso, dataran tinggi di Lumajang, hingga desa terpencil di Banyuwangi. Namun justru dari lokasi-lokasi sunyi itulah, energi spiritual muncul dengan kuat.

“Bakti itu tidak mengenal jarak. Walaupun pura kami ada di atas gunung, kami tetap datang, tetap sembahyang, tetap bersatu,” kata PHDI Jawa Timur, I Gusti Putu Raka, Selasa (22/7/25).

Baca juga: Ribuan Umat Hadiri Pementasan Calon Arang di Pura Mandhara Giri Semeru Agung

Kurah Pandara Jusnir Rajung menjadi semacam pusat spiritualitas yang mengikat umat Hindu di daerah-daerah tersebut. Tempat ini bukan hanya wadah sembahyang, tapi juga ruang konsolidasi budaya dan penguatan identitas umat.

Meski tak sepopuler Bali dalam peta wisata rohani, Jawa Timur menyimpan warisan besar dari era Majapahit dan sebelumya. Di sinilah akar-akar Hindu tetap tumbuh, ditopang oleh komunitas kecil tapi solid.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Bubur, Teman Setia Jadi Tempat Cerita dan Kebersamaan Warga Surabaya

“Acara Pujo Wali bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah pernyataan, bahwa umat Hindu di Jawa Timur tetap hidup, aktif, dan terorganisir. Melalui acara ini, lahir gerakan lintas daerah, dari kelompok pemuda Hindu sampai komunitas ibu-ibu, yang bergerak memperkuat posisi spiritual dan sosial umat,” jelasnya.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh umat keturunan Bali. Umat Hindu dari etnis Madura, Jawa, hingga Tengger turut hadir dan berpartisipasi aktif. Mereka membawa makanan khas daerah, persembahan lokal, dan seni tradisi masing-masing, menjadikan Pujo Wali sebagai panggung inklusif yang mencerminkan Bhineka Tunggal Ika dalam bentuk nyata.

“Yang datang ke sini bukan hanya orang Bali. Kita semua di Jawa Timur dari mana pun asalnya adalah satu umat, satu dharma,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Trending di Nasional