Lumajang, – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang ibu yang marah karena anaknya digundul setelah kedapatan merokok di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lumajang. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @kingzadma dan telah ditonton lebih dari 108 ribu kali.
Dalam video itu, sang ibu terlihat memprotes keras kebijakan pondok yang menggundul rambut anaknya. Ia bahkan mengancam akan memviralkan kejadian tersebut dan mengaku sebagai istri anggota polisi.
“Sampean saya viralkan ya gara-gara masalah sepele anak saya digundul,” ucap ibu tersebut dalam video yang beredar.
Sementara itu, pihak pengurus pondok tampak tenang menanggapi kemarahan tersebut. Ia menjelaskan sanksi penggundulan rambut merupakan aturan yang telah lama diterapkan bagi santri yang melanggar tata tertib, termasuk merokok.
Namun belakangan terungkap, adegan tersebut bukanlah peristiwa nyata. Video itu merupakan bagian dari film santri yang diproduksi oleh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Pengasuh ponpes, Ahmad Syaifudin Amin, menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan proses di balik layar (behind the scenes) dari film edukasi yang dibuat pihak pesantren.
Film tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada wali santri agar tidak terlalu mencampuri kebijakan internal pondok.
“Banyak netizen yang salah paham karena tidak membaca caption, dikira ini kejadian sesungguhnya,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Tinggalkan Balasan