Viral di TikTok, Video Ibu Protes Anak Digundul di Lumajang Ternyata Settingan Film - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 24 Feb 2026 10:18 WIB ·

Viral di TikTok, Video Ibu Protes Anak Digundul di Lumajang Ternyata Settingan Film


 Viral di TikTok, Video Ibu Protes Anak Digundul di Lumajang Ternyata Settingan Film Perbesar

Lumajang, – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang ibu yang marah karena anaknya digundul setelah kedapatan merokok di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lumajang. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @kingzadma dan telah ditonton lebih dari 108 ribu kali.

Dalam video itu, sang ibu terlihat memprotes keras kebijakan pondok yang menggundul rambut anaknya. Ia bahkan mengancam akan memviralkan kejadian tersebut dan mengaku sebagai istri anggota polisi.

“Sampean saya viralkan ya gara-gara masalah sepele anak saya digundul,” ucap ibu tersebut dalam video yang beredar.

Sementara itu, pihak pengurus pondok tampak tenang menanggapi kemarahan tersebut. Ia menjelaskan sanksi penggundulan rambut merupakan aturan yang telah lama diterapkan bagi santri yang melanggar tata tertib, termasuk merokok.

Namun belakangan terungkap, adegan tersebut bukanlah peristiwa nyata. Video itu merupakan bagian dari film santri yang diproduksi oleh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Pengasuh ponpes, Ahmad Syaifudin Amin, menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan proses di balik layar (behind the scenes) dari film edukasi yang dibuat pihak pesantren.

Film tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada wali santri agar tidak terlalu mencampuri kebijakan internal pondok.

“Banyak netizen yang salah paham karena tidak membaca caption, dikira ini kejadian sesungguhnya,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

Trending di Daerah