Waspada Longsor dan Angin Kencang, Camping Ground Ranu Regulo Ditutup Sementara - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Pariwisata · 9 Mar 2026 17:08 WIB ·

Waspada Longsor dan Angin Kencang, Camping Ground Ranu Regulo Ditutup Sementara


 Waspada Longsor dan Angin Kencang, Camping Ground Ranu Regulo Ditutup Sementara Perbesar

Lumajang, – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara destinasi wisata perkemahan Ranu Regulo yang berada di kawasan Gunung Semeru sejak Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di wilayah Jawa Timur.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan sementara kawasan wisata tersebut dilakukan setelah adanya peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi hujan berintensitas tinggi sepanjang Maret 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta adanya gangguan atmosfer seperti Low, MJO, dan Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur.

“Kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta gangguan atmosfer seperti Low, MJO, dan Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur,” ujar Rudijanta dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, penutupan sementara kawasan perkemahan di Ranu Regulo dilakukan untuk meminimalisir risiko bencana alam akibat tingginya curah hujan di kawasan pegunungan, khususnya di area sekitar Gunung Semeru yang berada dalam wilayah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Ancaman yang diwaspadai antara lain potensi tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang di sekitar area perkemahan yang dapat membahayakan wisatawan yang melakukan aktivitas di alam terbuka.

“Situasi tersebut berpotensi membahayakan wisatawan yang beraktivitas di alam terbuka, sehingga penutupan sementara ini menjadi langkah pencegahan demi keselamatan pengunjung,” katanya.

Rudijanta menambahkan, penutupan kawasan wisata tersebut berlaku hingga waktu yang belum dapat dipastikan sambil menunggu kondisi cuaca kembali stabil.

“Penutupan ini dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu kondisi cuaca kembali stabil,” imbuhnya.

Sementara itu, bagi wisatawan yang telah membeli tiket kunjungan secara daring melalui laman resmi bromotenggersemeru.id untuk periode 8–31 Maret 2026, pihak pengelola memastikan akan memberikan informasi lebih lanjut terkait mekanisme penjadwalan ulang kunjungan.

“Adapun mekanisme reschedule akan disampaikan menjelang kepastian objek wisata dibuka kembali,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libur Lebaran dan Nyepi Jadi Momentum, Lumajang Kenalkan Wisata Viral Air Terjun Sumber Telu

6 Maret 2026 - 10:25 WIB

Wisata Sungai Glidik Tak Bisa Sembarangan, Izin Gubernur Jadi Kunci

13 Februari 2026 - 10:55 WIB

Kayutangan Heritage Bikin Wisatawan Betah, Okupansi Hotel Malang Stabil di 70 Persen

2 Februari 2026 - 09:10 WIB

DPRD Lumajang Ungkap Kesepakatan Lama Pengelolaan Tumpak Sewu dan Coban Sewu

1 Februari 2026 - 10:07 WIB

Tarik Tiket di Dasar Sungai Bisa Berujung Pidana, Ini Peringatan Pemkab Lumajang

29 Januari 2026 - 16:17 WIB

Langgar Perda Pengelolaan Sungai, Aktivitas Wisata Coban Sewu Terancam Sanksi

29 Januari 2026 - 10:03 WIB

Trending di Pariwisata