Yang Tak Terdata Justru Paling Membutuhkan: Bupati Lumajang Dorong Pendataan Lapangan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 1 Agu 2025 18:13 WIB ·

Yang Tak Terdata Justru Paling Membutuhkan: Bupati Lumajang Dorong Pendataan Lapangan


 Yang Tak Terdata Justru Paling Membutuhkan: Bupati Lumajang Dorong Pendataan Lapangan Perbesar

Lumajang, – Realitas kemiskinan tak selalu tercermin dalam angka-angka. Itulah yang disaksikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat mengunjungi Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Rabu (30/7/2025), dalam rangka program Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu).

Dalam kunjungan yang semula ditujukan untuk membagikan makanan sehat kepada lansia, Bunda Indah menemukan kondisi yang jauh dari layak, seorang lansia bernama Ibu Tuwas tinggal sendiri di rumah reyot dengan lantai tanah, atap rusak, dan tanpa fasilitas sanitasi.

Rumah itu nyaris roboh. Namun yang mengejutkan, kondisi ini belum pernah masuk dalam laporan formal maupun data bantuan sosial yang tersedia di kantor.

Baca juga: Kejari Lumajang Sita Dokumen Sertifikat Tanah di Sempadan Sungai Asem

“Saya sudah cek. Nama Ibu Tuwas tidak tercatat dalam daftar penerima RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Padahal, dari yang saya lihat, ini salah satu kondisi terparah. Ini menunjukkan ada yang salah dalam cara kita mendata,” ujar Bunda Indah, Jumat (1/8/25).

Bunda Indah menilai bahwa pendekatan semacam ini sering kali gagal menjangkau mereka yang paling rentan terutama para lansia yang tinggal sendiri, jauh dari pusat desa, dan tanpa pendamping keluarga.

Baca juga: Pemkab Lumajang Kirim Sembako untuk Warga Terjebak Banjir

“Kita harus jujur, banyak warga miskin ekstrem yang tidak terdata. Kalau kita hanya mengandalkan data dari kantor, kita akan terus melewatkan mereka. Karena itu, saya tegaskan: kita harus jemput bola, harus turun ke lapangan, lihat langsung, dan catat dari situ,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Jember Tenggelam Setiap Tahun, Apakah Pola Penanganan Banjir Hanya Rutinitas Seremonial?

19 Februari 2026 - 07:02 WIB

PDIP Jember Dorong Solusi Jangka Panjang Banjir, Bukan Sekadar Bantuan Pasca Bencana

18 Februari 2026 - 09:21 WIB

Pemkot Malang Siapkan Aturan Pasar Takjil Ramadhan 2026, Jam Operasional Akan Dibatasi

18 Februari 2026 - 09:08 WIB

Banjir Surabaya di Osowilangun Dipicu Tumpukan Sampah, Petugas Siaga 24 Jam

17 Februari 2026 - 11:47 WIB

Cuaca Terburuk 20 Tahun, Jember Siaga Menghadapi Potensi Banjir Bandang

17 Februari 2026 - 11:36 WIB

Trending di Daerah