3500 Truk Pasir Setiap Hari, Jalan Lumajang Rusak Parah tapi PAD Minim - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 9 Nov 2025 15:50 WIB ·

3500 Truk Pasir Setiap Hari, Jalan Lumajang Rusak Parah tapi PAD Minim


 3500 Truk Pasir Setiap Hari, Jalan Lumajang Rusak Parah tapi PAD Minim Perbesar

Lumajang, – Aktivitas truk pasir di Lumajang menjadi sorotan serius dari DPRD Provinsi Jawa Timur. Menurut Agus Wicaksono, anggota DPRD Jatim, setiap tahun sekitar 3.500 truk pasir keluar-masuk Lumajang, menyebabkan kemacetan dan kerusakan jalan yang parah.

“Truk pasir ini sering membuat jalan rusak, tapi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang masuk sangat minim. Harus ada timbal balik yang sepadan,” kata Agus Wicaksono, Minggu (9/11/2025).

Baca juga:Agus Wicaksono Bawa Semangat PDI Perjuangan Bangun Ekonomi Keluarga di Lumajang

“Kebocoran PAD akibat pengelolaan truk pasir terlalu besar. Dari 43 pemegang izin, 42 aktif dan satu masih pasif,” sambungnya.

Menurut Agus, Perda Nomor 1 Tahun 2002 sempat mengatur pajak sebesar 20% dari harga pasir. Namun, tidak ada pembatasan tonase, sehingga banyak pasir yang keluar Lumajang tanpa kontribusi maksimal bagi PAD.

Baca juga: Borok Tambang Pasir Lumajang, Mesin Sedotan Ilegal dan Pungutan Liar Menggrogoti Pendapatan Daerah

“Kalau dihitung, sekitar Rp 61 miliar hilang dari potensi PAD,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus memaparkan distribusi truk pasir, sekitar 150 truk ke arah Pronojiwo yang memenuhi kebutuhan pembangunan Kabupaten Malang, Blitar, hingga Tulungagung.

Sementara itu, hampir seribu truk bergerak ke arah Jember. Sisanya menyebar ke daerah lain. Ia menambahkan, pengelolaan truk pasir harus lebih transparan dan terkontrol.

“Ini harus dikelola dengan baik. Kalau tidak, kerugian daerah akan terus berlanjut,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah