Menteri LH Temukan Sampah Menumpuk di Sungai saat Inspeksi di Surabaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 9 Feb 2026 08:10 WIB ·

Menteri LH Temukan Sampah Menumpuk di Sungai saat Inspeksi di Surabaya


 Menteri LH Temukan Sampah Menumpuk di Sungai saat Inspeksi di Surabaya Perbesar

Menteri LH Temukan Sampah Menumpuk di Sungai saat Inspeksi di Surabaya

Surabaya, – Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menemukan tumpukan sampah di sejumlah sungai saat melakukan inspeksi pengelolaan sampah di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu. Temuan tersebut diperoleh saat perjalanan menuju Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal.

Hanif menyampaikan, pengelolaan sampah di wilayah protokol Kota Surabaya telah berjalan sangat baik, bahkan dinilai sebagai salah satu yang terbaik. Namun, kondisi berbeda masih ditemui di wilayah pinggiran kota yang memerlukan perhatian lebih serius.

“Untuk wilayah protokol sudah sangat baik atau mungkin yang terbaik. Namun untuk wilayah pinggirannya masih perlu perhatian serius,” kata Hanif, Senin (9/2/2026).

Selain menemukan sampah yang menumpuk di sungai, Hanif juga menyoroti masih maraknya tempat pembuangan sampah (TPS) liar serta lapak-lapak pengumpul sampah yang belum tertata dengan baik. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dibenahi melalui penegakan hukum maupun penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga mengungkapkan masih banyak keluarga di sekitar TPS 3R Sumber Rejo yang belum memahami dan menerapkan pemilahan sampah dengan baik. Padahal, Kota Surabaya merupakan salah satu dari tiga daerah dengan nilai tata kelola sampah tertinggi di Indonesia.

Oleh karena itu, ia menegaskan Pemkot Surabaya perlu memaksimalkan pengelolaan sampah secara merata hingga ke pelosok kota, tidak hanya berfokus pada kawasan pusat atau wilayah protokol.

Hanif menambahkan, kunjungan ini berkaitan dengan penilaian Kementerian LH dalam ajang penghargaan Adipura bidang Tata Kelola Sampah Nasional. Penilaian tersebut, kata dia, tidak hanya didasarkan pada kondisi di pusat kota, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah secara substansial di seluruh wilayah.

“Dengan demikian, nilai tinggi yang diberikan oleh tim kami akan kami kalibrasi kembali dengan hasil sidak, untuk menentukan apakah nilai pengelolaan sampah di Surabaya masih tinggi,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis, Kafe Lumajang Berbagi untuk Guru

9 Februari 2026 - 08:35 WIB

Fraksi PPP DPRD Jember Desak Sanksi Tegas untuk SPPG Usai Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Umbulsari

8 Februari 2026 - 10:18 WIB

Banjir Luapan Sungai Pakis Terjang Panti, Jembatan Antardesa Putus, Belasan KK Terisolir

8 Februari 2026 - 10:08 WIB

Kesadaran Pengunjung Jadi Penentu Kebersihan Alun-alun Lumajang

8 Februari 2026 - 09:20 WIB

Hutan Tiang di Jember, Kabel dan Tiang FO Ilegal Meresahkan Warga dan Merusak Estetika Kota

6 Februari 2026 - 13:08 WIB

Kewenangan Terbatas, Dishub Lumajang: Pencabutan SIPP Hanya Bisa di Provinsi

6 Februari 2026 - 12:07 WIB

Trending di Daerah