Fraksi PPP DPRD Jember Desak Sanksi Tegas untuk SPPG Usai Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Umbulsari - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 8 Feb 2026 10:18 WIB ·

Fraksi PPP DPRD Jember Desak Sanksi Tegas untuk SPPG Usai Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Umbulsari


 Fraksi PPP DPRD Jember Desak Sanksi Tegas untuk SPPG Usai Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Umbulsari Perbesar

Jember, – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jember mendesak pihak terkait memberikan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai Makanan Bergizi (MBG) hingga menyebabkan dugaan keracunan bagi siswa dan guru SMPN 1 Umbulsari.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang ada di SMPN 1 Umbulsari. SPPG perlu memperketat pengawasan, memastikan keamanan pangan, kebersihan, dan gizi yang seimbang,” kata Ketua Fraksi PPP DPRD Jember, Ikbal Wilda Fardana, Minggu (8/2/2026).

Menurut Ikbal, secara struktur, SPPG sudah memiliki tenaga ahli gizi dan staf pendukung. Namun, pihaknya menekankan bahwa pengawasan kebersihan makanan harus menjadi prioritas, agar program MBG tidak menimbulkan trauma bagi penerima.

“Itu yang perlu diperhatikan. Kalau kejadian ini kembali terulang, ini akan berdampak pada SPPG lainnya, dan menjadi trauma bagi siswa yang menerima MBG. Contohnya seperti SMPN 1 Umbulsari, siswa dan gurunya kemarin mengalami mual, muntah, dan diare. Ketika mereka menerima MBG lagi, pasti akan ada kekhawatiran,” jelasnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Fraksi PPP DPRD Jember meminta agar pihak terkait memberikan sanksi tegas kepada SPPG.

“Kalau tidak ada sanksi tegas, bagaimana? Bisa berupa penggantian makanan yang sudah diserahkan, atau pengembalian anggaran, karena sudah dianggarkan,” tegasnya.

Ikbal menambahkan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi SPPG agar kualitas MBG yang disalurkan ke sekolah tetap terjaga.

“Kami mendukung program MBG karena sangat baik, tetapi penerima juga harus diperhatikan. Jangan sampai program ini berdampak buruk bagi siswa,” tandasnya.

Sementara itu, dugaan keracunan MBG ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan guru di SMPN 1 Umbulsari. Beberapa siswa dan guru dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi MBG yang diterima, sehingga proses belajar sempat terganggu.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Santai HUT RI di Lumajang, Agus Setiawan: Bisa Dapat Hadiah dan Makan Gratis

22 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Rp4,2 Miliar Dianggarkan, Iuran BPJS Ketenagakerjaan di 26 Desa Lumajang Menunggak

21 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Trending di Daerah