Lumajang, – Terinspirasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah kafe di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menggagas inisiatif sosial bertajuk Menu Berbagi untuk Guru. Program ini menjadi wujud kepedulian pelaku usaha terhadap kesejahteraan guru honorer di daerah setempat.
Inisiatif tersebut dijalankan oleh Magnolia Coffee and Space dengan menghadirkan paket menu khusus. Setiap porsi menu dijual seharga Rp25.000, dengan Rp5.000 dari keuntungan disisihkan untuk membantu guru honorer.
Pengelola Magnolia Coffee and Space, Khoirul Mahmud Al Yahfi, menjelaskan bahwa konsep ini merupakan adaptasi dari program MBG yang selama ini menyasar siswa sekolah.
“Kami terinspirasi dari program MBG pemerintah. Jika MBG ditujukan untuk siswa, kami mencoba mengadaptasinya untuk berbagi kepada guru honorer. Setiap pembelian menu, ada keuntungan yang kami sisihkan khusus untuk mereka,” ujar Yahfi, Senin (9/2/2026).
Menu yang ditawarkan berganti setiap hari, mulai dari ayam goreng, ayam katsu teriyaki, ayam pop, hingga menu lain yang disesuaikan agar tetap variatif dan bernilai gizi. Sajian tersebut dikemas menggunakan ompreng, wadah makan yang menyerupai paket MBG di sekolah.
“Menu kami rotasi setiap hari supaya pelanggan tidak bosan dan asupan nutrisinya tetap seimbang,” katanya.
Yahfi menambahkan, penyaluran bantuan dari program Menu Berbagi untuk Guru akan dilakukan secara berkala setiap pekan. “Untuk menjaga transparansi, pihaknya juga akan mempublikasikan laporan penyaluran dana melalui media sosial resmi Magnolia Coffee and Space,” jelasnya.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari pengunjung. Retno, salah satu pelanggan, mengaku tertarik karena konsep yang ditawarkan tidak hanya unik, tetapi juga mengandung nilai kepedulian sosial.
“Awalnya penasaran karena biasanya MBG untuk siswa. Ini jadi alternatif untuk orang dewasa, harganya terjangkau, makanannya enak, dan kita bisa ikut berbagi untuk guru honorer,” ucap dia.
Hal serupa disampaikan Maulana, pelanggan lainnya, yang mengaku sengaja memilih menu tersebut untuk mendukung program sosial yang dijalankan kafe tersebut.
“Harganya ramah di kantong, rasanya enak, dan tujuannya jelas untuk membantu guru honorer. Itu yang membuat saya tertarik,” kata dia.
Tinggalkan Balasan