Banyuwangi, – Sebagai upaya menekan dampak fluktuasi harga bahan pangan, ratusan ribu warga di Banyuwangi mulai menerima bantuan sosial (bansos) pangan dari pemerintah pusat. Penyaluran bantuan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera.
Sebanyak 211.782 warga Banyuwangi yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) mulai menerima bansos pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) sejak Selasa (17/3/2026).
Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang merupakan penyaluran tahap pertama tahun 2026.
Setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan alokasi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Namun, pada penyaluran kali ini, bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi, Puguh Setyo W, mengatakan dengan sistem rapelan tersebut, setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Karena ini rapelan dua bulan, maka masing-masing PBP akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” katanya, Rabu (18/3/2026).
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang meninjau langsung proses distribusi di Kelurahan Penganjuran menyampaikan bahwa bantuan ini sangat penting untuk membantu masyarakat menghadapi dinamika harga bahan pokok di pasaran.
“Bantuan ini harapannya tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur keluarga, tetapi juga meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasaran. Ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama keluarga prasejahtera,” kata Mujiono.
Di Banyuwangi, penyaluran bansos dilakukan melalui Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi kepada para penerima yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kepala Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menyampaikan bahwa distribusi bantuan telah dimulai sejak 16 Maret 2026 dan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Banyuwangi.
“Penyaluran kami lakukan bertahap mulai dari kelurahan di Kecamatan Banyuwangi, kemudian dilanjutkan ke desa dan kecamatan lainnya. Kami targetkan seluruh distribusi dapat selesai pada 30 April 2026,” kata dia.
Tinggalkan Balasan